Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 2 November 2026
Warga Pasang Air Warna-warni, Dipercaya Tolak Covid-19
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Tradisi nenek moyang warga Desa Jotangan, Mojosari, Kabupaten Mojokerto dengan memasang rentengan plastik berisi air warna-warni dipercaya ampuh menangkal wabah penyakit alias tolak bala.
Kian mengganasnya Covid-19 beberapa pekan ini memicu warga kembali menggelar tradisi turun-temurun tersebut. Sebab, dengan menggantung air warna-warni yang sudah dikemas dalam plastik kecil itu dipercaya sebagai cara tolak bala alias mengusir mara bahaya.
Warga setempat, Umbarawati menuturkan, pihaknya sengaja memasang air berwarna di teras rumah. Sebab, beberapa tetangganya sakit hingga meninggal.
"Banyak warga yang sakit bahkan meninggal, ini biasa disebut wabah pagebluk," ujarnya dikutip dari suarajatimpost.com, Sabtu (17/7/2021).
Dijelaskannya, cara ini diturunkan dari kakek nenek atau sudah menjadi tradisi, berawal dari merebaknya wabah penyakit atau pagebluk, puluhan tahun silam. "Kata orang dulu tahun 1970an sudah ada," ujarnya.
Warna merah, lanjut dia, dipercaya bisa menolak datangnya penyakit, termasuk yang sedang mewabah saat ini, Virus Corona atau Covid-19.
"Tolak balak mas, menolak penyakit yang masuk ke rumah kita ini," tuturnya.
Senada dengan di atas, salah satu sesepuh desa setempat, Mbok Saimah menjelaskan, bahwa penyakit yang akan masuk ke tubuh manusia diyakini bisa dihalau dengan air warna merah yang telah dikemas plastik itu.
"Kalau ada apa apa itu biar kembali, warna merah itu sebagai ganti darah manusia, jadi penyakitnya makan yang warna merah itu," jelasnya.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 314 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 194 Kali
Ojol Rebutan Pelanggan di Pantai Suluban Pecatu, Polisi Turun Tangan
Dibaca: 107 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan