Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 1 November 2026
Olimpiade Tokyo 2020, Rio Waida Berbusana Payas Madya Bali
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pembukaan Olimpiade Tokyo 2020 berlangsung mulai pukul 18.00 WIB di Stadion Nasional, Tokyo, Jepang, Jumat (23/7/2021) malam. Dalam acara itu, peselancar Rio Waida memimpin kontingen Indonesia dalam defile pembukaan itu.
Sebelumnya, Kontingen Indonesia terlihat sempat berfoto bersama sebelum menuju tempat acara. Indonesia menempati posisi urutan ke-22 dalam defile itu setelah kontingan India. Tim Merah Putih beranggotakan 10 orang.
Rio tampil di depan dengan mengibarkan bendera merah putih, diikuti oleh lifter nasional Nurul Akmal dan perenang Aflah Fadlan Prawira serta Azzahra Permatahani. Mereka yang dalam defile itu tampak semangat sambil melambaikan tangan.
Kontingen Indonesia mengenakan kaus merah dengan dibalut jas dan celana putih. Mereka semua memakai masker merah putih, sesuai warna bendera Indonesia. Dengan penuh percaya diri, skuad Indonesia terlihat mengibarkan bendera merah putih.
Rio merupakan atlet selancar Indonesia keturunan Jepang. Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Ferry J Kono, berharap latar belakang itu bisa menarik perhatian masyarakat lokal. Pasalnya, warga Jepang juga punya ketertarikan terhadap olahraga selancar.
Menariknya, peselancar Rio Waida mengenakan busana adat Bali, Payas Madya. Istilah Madya biasa dimaknai bagian tengah atau menengah.
Fungsi Payas Madya lebih fleksibel untuk berbagai keperluan. Pakaian itu bisa digunakan untuk ritual persembahyangan harian atau acara pesta. Payas Madya juga bisa untuk penyambutan tamu.
Ciri utama dari jenis pakaian tradisional Bali ini adalah apa yang digunakan pada bagian bawah. Harus memakai senteng atau selendang dan kamen. Untuk bagian atas, bisa mengenakan kaus ataupun kemeja.
sumber: Liputan6.com
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 272 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 116 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan