Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 5 Juli 2026
Kasus Tinggi, Pangdam Udayana Berharap PPKM Diperpanjang
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Panglima Kodam IX Udayana Mayjend TNI Maruli Simanjutak mengakui bahwa kurun 10 hari terakhir terdapat 12.000-an orang terkonfirmasi Covid-19 di Bali.
Dari jumlah tersebut 4.000-an orang sudah menjalani isolasi terpusat (isoter) dan 2.000-an menjalani perawatan di rumah sakit, selebihnya isolasi mandiri (isoman).
Menyikapi masih tingginya penyebaran covid-19 di Bali, pihak Kodam IX Udayana bersama stakeholder lainnya gencar melaksanakan tracing dan isoter ke masyarakat. Langkah ini dinilai sangat efektif, dimana penyebaran wabah covid-19 di Bali saat ini sudah melandai.
Penjelasan itu disampaikan Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Maruli Simanjuntak di sela-sela pendistribusian bantuan sosial (bansos) berupa sembako beras dari Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) yang berlangsung di Makodam, pada Senin 23 Agustus 2021.
Pangdam Maruli menjelaskan, pemindahan pasien yang sedang menjalani isoman dalam sehari bisa mencapai 400 hingga 500 orang pasien.
Dengan adanya percepatan pemindahan ini diharapkan kasus terkonfirmasi positif menurun setiap harinya. Selain itu masyarakat juga diminta untuk selalu menerapkan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat.
"Jadi, hingga Minggu kemarin kurang lebih sudah ada 4.000 orang diisoter. Selama 10 hari belakangan kami melakukan tracing dan Isoter yang maksimal," tegasnya.
Ditegaskannya, sebelum adanya pengetatan, pasien isoter hanya ada 600-an orang. Namun, setelah dievaluasi akhirnya disepakati melakukan pemindahan pasien isoman ke isoter setiap harinya. Diharapkan dalam waktu dekat pasien isoman semuanya segera dipindahkan ke isoter.
Melihat kondisi sekarang ini Mayjend Maruli berharap penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) terus berlanjut. Mengingat kasus terkonfirmasi positif masih terus terjadi setiap hari, begitu pula di negara lain masih tinggi.
"Di Amerika sehari bisa puluhan ribu yang terkonfirmasi. Sampai saat ini belum ada solusi, yang tepat saat ini adalah PPKM. Ini untuk menghindari mobilitas masyarakat yang tinggi," bebernya.
Pangdam Maruli mengakui pihaknya mendapat kepercayaan dalam penyaluran bantuan sosial berupa sembako baik dari pemerintah dan para pengusaha. Seperti halnya bantuan sembako berupa 50 ton beras dari INTI yang diserahkan langsung ke makodam, Senin 23 Agutus 2021.
Bansos beras ini sejatinya akan dibagikan ke jajaran Kodim dan disalurkan ke Babinsa di wilayah masing-masing. Diharapkanya dengan bansos ini bisa meringankan beban masyarakat akibat dampak pandemi, apalagi yang kehilangan pekerjaan.
"Kami dipercaya karena kami ada babinsa babinsa yang tau persis keadaan masyarakat. Saat ini yang penting bahan pangan ini dikirim tepat sasaran. Kalau beras ini di masyarakat bawah ada, tapi saya yakin orang-orang Indonesia tidak akan pernah membiarkan tetangganya sampai kelaparan," ujarnya
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3509 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1125 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 523 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 500 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun