Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 5 Juli 2026
Terios Seruduk Tembok Sekolah di Jembrana
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Lantaran menghindari kendaraaan dari arah berlawanan, satu unit kendaraan Terios menabrak tembok sekolah SMA Saraswati di Jalan Denpasar-Gilimanuk, Kilometer 92-93, Banjar Sebual, Desa Dangintukadaya, Kecamatan Jembrana, Rabu (25/08/2021) pukul 12.30 WITA.
Beruntung kecelakaan tunggal tersebut tidak mengakibatkan korban jiwa. Sopir Terios nopol DK-1215-FR Pengemudi I Putu Sutariana (32) beralamat Banjar, Rangdu, Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo Jembrana dalam kondisi sadar dan hanya mengalami luka ringan di bagian wajah.
Dari keterangan Kasat Lantas Polres Jembrana AKP Dewa Gede Ariana menjelaskan kronologis kejadian tersebut. Dikatakan kendaraan milik sopir tersebut bergerak dari arah barat ke ke timur dengan kecepatan sedang, dan arus lalu lintas sedang.
Pada saat tiba di TKP pengemudi kendaraan Terios Nopol DK-1215-FR mendahului kendaraan tak dikenal yang bergerak di depannya dengan mengambil haluan ke kanan sampai masuk jalur kanan saat bersamaan ada Kendaraan datang dari arah berlawanan kemudian pengemudi kaget lalu membanting setir ke kanan, lalu pengemudi tidak dapat menguasai kendaraannya.
“Karena terlalu keras membelokan kemudi, kemudian menabrak batang pohon lalu menabrak tembok sekolah di sekitar lokasi,” ungkap AKP Dewa Gede Ariana seijin Kapolres Jembrana.
Akibat kejadian tersebut total kerugian materiil korban diperkirakan kurang lebih Rp20 juta.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3545 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1126 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 530 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 505 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun