Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 11 Mei 2026
Desa Pohsanten Bakal Kembangkan Wisata Air Terjun
Selain Penghasil Kakao Terbaik
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Kabupaten Jembrana diketahui memiliki satu desa penghasil kakao terbaik di dunia.
Desa tersebut adalah Pohsanten terletak di Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana tidak asing lagi di Bali sebagai salah satu desa penghasil kakao terbaik yang telah merambah pasar ekspor ke berbagai negara.
Tidak itu saja, Desa Pohsanten juga memiliki potensi dengan daya tarik pariwisata karena ditunjang dengan kondisi alamnya yang memukau karena masih terjaga kelestarianya.
Perbekel Desa Pohsanten I Gusti Agung Kade Sultra Gunadi Putra saat dimintai keterangan di kantornya mengatakan, Desa Pohsanten ini memang tercatat sebagai penghasil kualitas kakao terbaik di dunia. Itu didasari dengan capaian hasil fermentasi kakao mendapatkan sertifikasi dari negara Perancis.
Sertifikasi tersebut diberikan seorang petani coklat sekaligus sebagai penggiat pengolahan kakao kepada Made Sugandi sebagai produksi coklat fermentasi
."Kami pemerintah desa selalu memberikan support dukungan penuh kepada pembudidaya dan pengembangan kakao di desa ini, " terang Perbekel Pohsanten Gusti Agung Kade Sultra Gunadi Putra Kamis (26/08/2021).
Perbekel Kade Sultra menambahkan, hasil fermentasi yang dihasilkan paling sedikit 5 ton, hasil itu langsung dikirim kepada buyer ke beberapa negara seperti Jepang, Australia dan Swiss.
Ia menyebutkan, hasil fermentasi kakao milik petani sudah langsung ada pembeli dari Jepang, Australia dan Swiss. Selain keunggulan fermentasi, Cokelat pohsanten juga memilik beberapa aroma khas sehingga dianggap menjadi terbaik.
Meskipun masa pandemi covid-19 sudah terjadi hampir 2 tahun lebih, namun produksi fermentasi kakao di Pohsanten masih diproduksi normal.
Selain andalan hasil fermentasi kakao, Desa Pohsanten juga diam diam memiliki potensi wisata yang sangat menjanjikan, yaitu Desa Wisata. Perbekel Sultra memberikan bocoran bahwa di desanya akan dikembangkan wisata tracking yang jaraknya sekitar 4,4 kilometer menuju Air Terjun Yeh Masee.
Nantinya akan dibuatkan Jalur tracking melalui hamparan kebun kakao dengan alam hutan.
“Kami sudah membuat perencanaan untuk mengembangkan wisata air terjun yang dikenal dengan nama Yeh Mesee. Tahap awal kami dengan pokdarwis sudah membuat akses jalan menuju air terjun beberapa waktu lalu, semoga rencana ini bisa terwujud dan mohon doanya," tutup Sultra.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1073 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 854 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 674 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 627 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik