Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 13 Mei 2026
Wagub Cok Ace Tawarkan Kebijakan Berbasis Risiko
Selamatkan Ekonomi Bali
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) menawarkan penerapan kebijakan berbasis risiko untuk menyelamatkan perekonomian Bali yang terpuruk hingga titik nadir akibat berlarut-larutnya pandemi Covid-19.
Hal itu ia sampaikan saat weibnar yang mengangkat tema ‘Nafas Panjang Pengusaha Bali Hadapi Pandemi’, Kamis (26/8/2021). Webinar berlangsung dengan pola hybrid, offline dan online melalui aplikasi zoom meeting.
Wagub Cok Ace dan pembicara dari Bali hadir secara offline di Kantor BPR Lestari, Jalan By Pass Ngurah Rai, Denpasar. Sementara Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Salahuddin Uno mengikuti secara online dari Jakarta.
Menyikapi situasi saat ini, Guru Besar ISI Denpasar ini menawarkan penerapan kebijakan berbasis risiko. Yang dimaksudnya adalah, kebijakan dikeluarkan melalui kajian risiko kesehatan dan ekonomi tiap sektor.
“Contohnya bidang pendidikan, kalau murid di sekolahkan risiko kesehatannya tinggi, sedangkan dengan pola sekolah daring, dampak ekonominya kecil. Jadi kesimpulannya belajar dari rumah. Sebaliknya, tempat usaha seperti restoran, kalau tutup dampak ekonominya sangat besar karena banyak yang kehilangan pekerjaan. Jadi, pilihannya dibuka dengan pengaturan jumlah pengunjung dan penerapan prokes yang ketat,” paparnya.
Disebutkan olehnya, pola itu merupakan upaya menjaga keseimbangan antara ekonomi dan kesehatan.
Dalam kesempatan itu, Wagub Cok Ace juga mengharapkan pemerintah pusat memberi kepastian tentang pembukaan Bali.
“Kami sudah mengusulkan beberapa alternatif untuk pembukaan border internasional seperti travel bubble dan essential travel. Mohon usulan itu dipertimbangkan,” ujarnya kepada Menparekraf Sandiaga Uno yang terhubung secara online.
Menjawab harapan pelaku usaha di Bali, Menparekraf Sandiaga Uno menyampaikan bahwa pemerintah menaruh perhatian serius terhadap upaya pemulihan ekonomi Bali. Bahkan, pemerintah sempat melaksanakan pra kondisi untuk pembukaan Bali dengan menggenjot program vaksinasi dan menetapkan tiga zona hijau yaitu Sanur,Ubud dan Nusa Dua.
Namun dinamika pandemi Covid-19 memaksa pemerintah menerapkan kebijakan untuk mengerem laju penyebaran penyakit ini. Ia memastikan, pemerintah terus memikirkan upaya pemulihan Bali.
“Terlebih tahun depan Bali akan menjadi tuan rumah pertemuan G20. Kita berharap dua bulan sebelum itu kita bisa melakukan kick off pembukaan pariwisata Bali,” pungkasnya.
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1190 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 927 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 758 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 692 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik