Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Mahasiswa IPB Internasional Latih Warga Desa Petiga Buat Loloh

Jumat, 17 September 2021, 21:35 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Mahasiswa IPB Internasional Latih Warga Desa Petiga Buat Loloh.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

Pada 31 Desember 2019 muncul kasus serupa dengan Pneumonia di Wuhan, China. Kasus tersebut diakibatkan oleh virus Corona atau yang dikenal dengan COVID-19 (Corona Virus Desese-2019). 

Pada awal kemunculannya, Covid-19 telah membawa perubahan yang mendesak pada berbagai sektor. Perkembangan virus dengan cepat menyebar luas di seluruh dunia. Setiap hari data di dunia mengabarkan bertambahnya cakupan dan dampak Covid-19. Indonesia pun masuk dalam keadaan darurat nasional. 

Angka kematian akibat Covid-19 terus meningkat sejak diumumkan pertama kali ada masyarakat yang positif terkena virus Covid-19 pada awal Maret 2020. Hal tersebut memengaruhi perubahan dan pembaharuan kebijakan untuk diterapkan, seperti: stay at home dan physical and social distancing hingga PSPB (pembatasan sosial berskala besar). 

Pandemi mengharuskan pentingnya memutus rantai transmisi dan melindungi populasi dari risiko. Pemutusan rantai penularan virus bisa dilakukan secara individu dengan melakukan kebersihan diri terutama cuci tangan, olahraga teratur, makan-makanan yang bergizi, istirahat dengan cukup, dan maupun memakai masker.

Penuaan penduduk di Indonesia berkembang pesat. Saat ini penduduk lanjut usia di Indonesia telah mengalami peningkatan dari sebelumnya yaitu berjumlah sekitar 24 juta dan tahun 2020 diperkirakan akan meningkat sekitar 30-40 juta jiwa. 

Peningkatan jumlah lansia juga terjadi di Desa Petiga, Marga, Tabanan. Jumlah lansia di desa ini dari tahun ke tahun mengalami peningkatan sebesar 30 orang dan pada tahun 2021 ini jumlah lansia di Desa Petiga sebanyak 300 orang atau sekitar 15% dari jumlah penduduk Desa Petiga. 

Atas usia pertengahan (middle age) kelompok usia 45-59 tahun, usia lanjut (elderly) kelompok usia 60-70 tahun, usia lanjut tua (old) kelompok usia antara 75-90 tahun, usia sangat tua (very old) kelompok usia diatas 90 tahun. 

Perubahan fisik pada lansia akan memengaruhi kesehatanya, oleh karena itu perlu mendapat perhatian dengan tetap memelihara kesehatan dan meningkatkannya. Melakukan olahraga dan mengkonsumsi makanan sehat dapat meningkatkan kebugaran jasmani para lansia pada masa pandemi Covid-19. 

Hal inilah yang mendasari mahasiswa Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional yang diketuai oleh Adis Audiana Syafri dengan 12 anggota lainnya melakukan pengabdian di Desa Petiga dengan mengangkat judul "Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dalam upaya Meningkatkan Kualitas Fisik Lansia di Desa Petiga pada Masa Pandemic Covid-19 Melalui Kegiatan Yoga dan Pemanfaatan Tanaman Usada Bali (Loloh)" dalam mengikuti Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D).

Kegiatan tim PHP2D Desa Petiga ini telah dimulai sejak bulan Agustus, dimulai dengan  diadakannya Focus Group Discussion (FGD) pada tanggal 21 Agustus 2021 untuk penyamaan persepsi antara tim PHP2D dan pihak Desa Petiga. Setelah mendapat kesepakatan pada tanggal 5 September 2021 diadakan pelatihan pembuatan loloh dengan ibu PKK yang juga dihadiri oleh Kepala Desa Petiga.

Tim PHP2D di Desa Petiga telah mendapatkan Hibah dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia. 

"Kami berharap dengan adanya pelatihan pembuatan loloh ini dapat membantu masyarakat Desa Petiga terutama bagi lansia untuk tetap menjaga kesehatan dan meningkatkan kualitas fisik mereka pada pasa pandemi Covid-19," Tutur Adis.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/dps



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami