Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 9 Juli 2026
Gunung Berapi Meletus, Muntahkan Lava Merah Panas ke Langit
BERITABALI.COM, DUNIA.
Sebuah gunung berapi di salah satu Kepulauan Canary Spanyol, meletus pada hari Minggu setelah seminggu terakhir menunjukkan peningkatan aktivitas seismik.
Menyadur DW Senin (20/9/2021), gunung berapi ini terletak di La Palma, pulau terbesar kelima di kepulauan Spanyol yang terletak di Samudra Atlantik di lepas pantai barat Maroko.
Stasiun TV lokal Radio Television Canaria (RTVC) menunjukkan rekaman lava merah panas dan debu yang berasal dari Taman Nasional Cumbre Vieja di selatan pulau. Presiden regional Kepulauan Canary Angel Victor Torres mengatakan sejauh ini tidak ada korban luka yang dilaporkan.
Namun media lokal melaporkan ada beberapa rumah terisolasi yang hancur terkena terjangan lahar panas. Pemadam kebakaran dikerahkan untuk memerangi kebakaran hutan yang disebabkan oleh letusan.
Penerbangan ke dan dari Canaries - yang populer di kalangan turis Eropa - berlanjut seperti biasa, kata operator bandara Aena.
Layanan darurat mulai mengevakuasi sekitar 2.000 penduduk setelah memindahkan warga yang memiliki mobilitas terbatas pada hari sebelumnya.
Pengawal Sipil Spanyol mengatakan kemungkinan perlu mengevakuasi hingga 10.000 penduduk.
"Masyarakat diminta untuk sangat berhati-hati dan menjauhi zona letusan untuk menghindari risiko yang tidak perlu," tambah pemerintah.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3634 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1252 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1208 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1047 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun