Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Konsumsi Jamur Dapat Menurunkan Risiko Depresi

Sabtu, 16 Oktober 2021, 10:20 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist/suara.com/Konsumsi Jamur Dapat Menurunkan Risiko Depresi

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Jamur dianggap sebagai makanan super karena dikemas dengan beberapa vitamin dan mineral, sehingga menawarkan berbagai manfaat kesehatan. Sebuah studi baru yang dipimpin oleh Penn State College of Medicine, belakangan menemukan bahwa konsumsi jamur dapat menurunkan risiko depresi.

Dilansir dari The Healthsite, setelah memeriksa data tentang diet dan kesehatan mental yang dikumpulkan dari lebih dari 24.000 orang dewasa AS antara tahun 2005 dan 2016, para peneliti menemukan bahwa peserta yang makan jamur memiliki kemungkinan lebih rendah untuk mengalami depresi.

Mengapa jamur mungkin memiliki manfaat kesehatan mental kemungkinan karena mengandung ergothioneine, antioksidan yang dapat melindungi terhadap kerusakan sel dan jaringan dalam tubuh, kata para peneliti.

Antioksidan dalam mencegah beberapa penyakit mental, seperti skizofrenia, gangguan bipolar dan depresi juga telah ditunjukkan dalam penelitian sebelumnya. Di sisi lain, jamur mengandung ergothioneine, antioksidan yang dapat menurunkan risiko stres oksidatif dan mengurangi gejala depresi, kata para peneliti.

"Jamur adalah sumber makanan tertinggi asam amino ergothioneine- anti-inflamasi yang tidak dapat disintesis oleh manusia. Memiliki tingkat tinggi ini dapat menurunkan risiko stres oksidatif, yang juga dapat mengurangi gejala depresi," kata pemimpin peneliti Djibril Ba.

Sebagai informasi tambahan, jamur kancing mengandung potasium, yang dapat membantu menurunkan kecemasan. Hericium erinaceus, juga dikenal sebagai Lion's Mane, dan beberapa spesies jamur yang dapat dimakan lainnya dapat merangsang ekspresi faktor neurotropik yang dapat membantu mencegah gangguan neuropsikiatri termasuk depresi.(sumber: suara.com)


 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami