Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 20 Mei 2026
Seorang Istri Diduga Dianiaya Suami, Tewas di Pelukan Anak
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Dasmani (46), warga Jalan Wisma Tirto Agung Asri Kecamatan Gununganyar Kota Surabaya ditemukan tewas mengenaskan. Diduga Ia tewas karena dianiaya suaminya sendiri.
Dasmani ditemukan terluka parah sekitar pukul 12.00 WIB oleh anaknya sendiri, Septia Pratama, hingga pada akhirnya tewas di pelukan putranya itu.
Saat ditemukan Dasmani mengalami beberapa luka cukup parah di kepala akibat benturan benda tumpul. Kabar kematian Dasmani pertama kali diketahui oleh Septia.
Septia yang harus menerima kenyataan karena sang ibu tewas dipelukannya menyatakan, saat dirinya berada di tempat kerjanya, pukul 10.45 WIB, dihubungi korban dan mengaku sudah tidak kuat.
"Mendengar telepon dari ibu saya langsung pulang," katanya.
Septia menceritakan, saat Ia pulang sudah mendapati rumahnya sudah terkunci dari luar. Tanpa berpikir panjang Ia langsung mendobrak pintu dan mendapati ibunya sudah bersimbah darah.
"Saat itu ibu masih bernafas, lalu saya angkat dan baru meninggal di pelukan saya," katanya dengan suara bergetar.
Saksi mengaku pembunuhan yang dilakukan bapak tirinya itu, ada motif cemburu yang mana pelaku sering mengingatkan korban agar tidak bermain tiktok.
"Bapak itu pendiam, dia (ayah tirinya) sering mengingatkan ibu untuk tidak main tiktok, karena cemburu," katanya menegaskan.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1745 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1656 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1245 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1100 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah