Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 15 Oktober 2026
Kuda Nil Pablo Escobar Berkembang Biak Tak Terkendali
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pemerintah Kolombia terpaksa mensterilkan kuda nil milik Pablo Escobar karena hewan itu berkembang biak tak terkendali, kata organisasi perlindungan lingkungan Cornare.
Escobar awalnya memelihara dua ekor kuda nil (masing-masing jantan dan betina) juga hewan eksotis lainnya seperti jerapah, zebra dan kanguru di peternakan.
Setelah kematiannya, semua hewan itu dijual kecuali kuda nil yang hingga saat ini jumlahnya terus bertambah hingga jadi 80 ekor. Cornare mengatakan, 24 kuda nil telah diberi obat bernama Gonacon dengan bantuan anak panah. Ini adalah alat kontrasepsi yang efektif untuk pria dan wanita.
Sedangkan 11 kuda nil lainnya disterilkan dengan cara konvensional.
Kawanan kuda nil yang diprediksi menjadi terbesar di luar Afrika ini semakin menimbulkan masalah dan pernah menyerang nelayan beberapa kali.
“Kehadiran hewan-hewan ini di ekosistem yang bukan miliknya memiliki konsekuensi seperti tergesernya fauna lokal,” kata karyawan Cornare, David Echeverri.
Setelah kematian Escobar pada tahun 1933, terjadi perselisihan mengenai kepemilikan lahan pertaniannya 400 kilometer barat laut ibu kota Bogotá.
Taman hewan pribadi Hacienda Napoles akhirnya dibuka sebagai daya tarik bagi wisatawan.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4381 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2049 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1921 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1578 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1418 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan