Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 4 November 2026
Gempa di Karangasem, Peramal Ini Temukan Sejumlah Hal Misterius
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Peristiwa gempa bumi yang menggetarkan Kabupaten Bangli dan Karangasem pada Sabtu (16/10) dini hari, menyimpan sejumlah hal-hal misterius.
Itu diungkap peramal asal Klungkung, Bali, Jero Master Made Bayu alias Jero Gendeng. Salah satunya, ia menyebutkan adanya perbedaan ramalan gempa tersebut dalam sejumlah literatur kuno Bali.
Ramalannya justru berseberangan. Menurut Lontar Rongga Senggara Bumi, gempa bumi itu terjadi pada sasih kelima bermakna Ida Betara Tedun, kemakmuran dan tanaman menghasilkan.
"Ada acuan lain yang bertentangan, yaitu sasih kelima tertulis Hyang Iswara Meyoga. Jadi pikiran orang menjadi kacau, bimbang dan banyak orang sakit, banyak orang berbuat tidak baik," ujarnya Sabtu petang.
Sementara, ditelisik dengan ramalan Bayu Gana, Jro Bayu menyebut gempa ini menjadi momentum refleksi bersama, bahwa hal-hal yang baik dimulai dari hal-hal buruk.
Kata dia, berdasarkan numerologi, angka 4.18 yang merupakan waktu kejadian menunjukkan hal serupa. Yakni angka di bawah lima, menandakan sesuatu awalnya buruk jadi baik ke depannya.
"Banyak kerumitan, namun lambat laun jadi baik dan ada solusi. Kepada para pemimpin, juga harus sabar. Masalah-masalah yang muncul harus dibahas dengan hati tenang dan sabar. Kesimpulannya, ada sisi baik dan sisi buruknya," ujar Jro Bayu.
Sesungguhnya gempa ini bukan jatuh Saniscara Kliwon tapi sukra wage namun bukan hari Jumat tetapi Sabtu. Maka , katanya, diartikan banyak hal penuh kebimbangan dan keraguan.
Reporter: bbn/dps
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 581 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 452 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan