Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Disapu Banjir, Petani Buah Rugi Puluhan Juta
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Ribuan batang bibit pohon buah-buahan milik petani di Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terdampak banjir pada Selasa (19/10/2021) sore.
Peristiwa banjir itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB disaat hujan deras yang disertai angin kencang turun. Selain bibit pohon, belasan rumah warga juga ikut terampak bencana alam tersebut.
Berdasarkan pantauan di lokasi, tepatnya di Kampung Kampung Pondok, RT 06/03, Desa Cikole, Kecamatan Lembang, petani tengah memilah bibit-bibit pohon buah-buahan yang masih bisa dijual.
Sementara warga yang terdampak banjir terlihat tengah membersihkan rumahnya masing-masing dari air dan lumpur yang masuk ke pemukiman rumah warga. Nyaris seluruh barang-barang elektronik, pakaian hingga perlalatan rumah tangga terdampak limpahan air.
Satu unit Pemadaman Kebakaran (Damkar) KBB pun dikerahkan untuk membersihkan rumah warga dari lumpur. Mobil Damkar tiba di lokasi sekitar pukul 11.30 WIB.
Ketua RT 06/03, Tatang Irianto mengatakan, dari sekitar 1.500 batang pohon buah-buahan yang terdampak banjir, yang bisa diselamatkan dan dijual hanya setengahnya.
"Sebagian bisa diselamatkan. Sisanya enggak bisa karena udah rusak ketimpa lumpur," kata Tatang.
Dikatakannya, bibit pohon buah seperti jambu, jeruk hingga mangga itu sebetulnya sudah siap jual. Namun karena terdampak banjir, yang kemungkinan besar bisa dijual hanya setengahnya saja.
Akibatnya, petani pun diperkirakan harus merugi Rp15-20 juta akibat banjir ini.
"Kalau harga jualnya rata-rata jeruk minimal Rp60 ribu per batang, jambu Rp70 ribu, dan mangga Rp150 ribu. Jadi gimana ukuran dan tingginya," ungkap Tatang.
Dirinya melanjutkan, peristiwa banjir ini dikarenakan hujan deras yang diperparah dengan saluran air yang buruk. Selain menyapu pohon buah-buahan, air dan lumpur juga masuk ke rumah-rumah warga.
"Ini lumpurnya tebal terus parah. Kalau yang masuk ke rumah warga diperkirakan 60 cm," tukasnya.
Didin (25), salah seorang warga menuturkan, saat banjir menerjang rumahnya, dirinya sedang berada di luar rumah. Saat pulang, ia mendapati rumahnya sudah digenangi air dan lumpur tebal.
"Ini yang kedua kalinya, tapi kali ini lumpurnya parah. Alat-alat elektronik kaya mesin cuci, pakaian, kursi semuanya terendam," ujarnya.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5926 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4647 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan