Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 18 Mei 2026
Seorang Remaja Memasukkan Jarum ke Saluran Kemih
BERITABALI.COM, DUNIA.
Seorang remaja di provinsi Jiangsu, China memasukkan jarum jahit ke saluran kemih dan membiarkannya berada di sana selama 8 minggu.
Remaja berumur 13 tahun ini dilarikan ke rumah sakit karena kesakitan dan berdarah ketika buang air kecil. Menurut Public & News Channel Jiangsu TV, laki-laki yang tak disebutkan namanya ini mengaku memasukkan jarum ke dalam uretra karena penasaran.
Jarum yang katanya telah berada di tubuhnya selama dua minggu dicabut dengan proses pembedahan yang berlangsung lebih dari satu jam.
“Dia hanya datang ke sini karena dia tidak tahan lagi dengan rasa sakitnya,” kata Guo Yunfei, dokter dari Rumah Sakit Anak Universitas Kedokteran Nanjing.
"Kami melihat jarum setelah memberinya pemeriksaan X-ray. Itu sangat panjang dan sudah cukup dalam."
Dokter memperingatkan bahwa memasukkan benda ke dalam uretra sangat berbahaya karena benda asing tersebut dapat menyebabkan infeksi dan pendarahan saluran kemih.
Namun dia juga mengatakan hal itu kerap dilakukan oleh remaja, yang bereksperimen dengan tubuh mereka selama periode perubahan fisik.
“Kami menerima pasien muda seperti itu setiap tahun dengan segala macam hal aneh," ujarnya.
"Yang paling sering kami lihat di masa lalu adalah kabel listrik dan kabel earphone."
"Ada juga beberapa kasus dengan jarum dan manik-manik magnet,” katanya.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1548 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1167 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1015 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 894 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah