Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 18 Mei 2026
Remaja Mengeluh Sakit Kepala Usai Digigit Temannya
BERITABALI.COM, DUNIA.
Seorang remaja berumur 14 tahun di Portugal mengeluh sakit kepala setelah ia digigit teman saat bermain bola.
Luka itu tak kunjung sembuh dan bernanah, bahkan 12 hari setelah ia pergi ke dokter untuk mendapat tindakan berupa jahitan. Bocah itu dibawa ke rumah sakit dengan luka berukuran 5 cm di sisi kanan kepalanya.
Anak laki-laki itu pergi ke A&E setempat lima hari setelah kecelakaan dengan kondisi demam tinggi, mengantuk dan perasaan lemah. Lukanya lalu dibersihkan dan diperbaiki dan dia diberi antibiotik untuk menurunkan demamnya, tapi itu hanya bertahan selama 24 jam.
Delapan hari setelah kecelakaan, bocah itu kembali ke A&E dengan rasa sakit yang luar biasa di kepalanya dengan nanah bocor dari luka.
Dokter melihat abses yang meradang dan membawanya ke rumah sakit di bawah pantauan pediatri. Hari keempat di rumah sakit, dokter melakukan CT scan karena ia tak juga pulih.
Petugas medis menduga dia mengalami patah tulang atau osteomielitis tapi semua itu keliru karena mereka menemukan gigi menancap di tengkorak. Dokter dengan cepat mengambil tindakan serius dan mencabutnya dari tengkorak remaja itu. Setelah dua hari, ia kemudian diizinkan pulang.
Menurut American Association of Neurological Surgeons, olahraga dan kegiatan rekreasi berkontribusi sekitar 21 persen dari semua cedera otak traumatis di antara anak-anak dan remaja Amerika.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1548 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1167 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1016 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 896 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah