Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Remaja Mengeluh Sakit Kepala Usai Digigit Temannya

Jumat, 22 Oktober 2021, 18:55 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist/suara.com/Remaja Mengeluh Sakit Kepala Usai Digigit Temannya

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DUNIA.

Seorang remaja berumur 14 tahun di Portugal mengeluh sakit kepala setelah ia digigit teman saat bermain bola.

Luka itu tak kunjung sembuh dan bernanah, bahkan 12 hari setelah ia pergi ke dokter untuk mendapat tindakan berupa jahitan. Bocah itu dibawa ke rumah sakit dengan luka berukuran 5 cm di sisi kanan kepalanya.

Anak laki-laki itu pergi ke A&E setempat lima hari setelah kecelakaan dengan kondisi demam tinggi, mengantuk dan perasaan lemah. Lukanya lalu dibersihkan dan diperbaiki dan dia diberi antibiotik untuk menurunkan demamnya, tapi itu hanya bertahan selama 24 jam.

Delapan hari setelah kecelakaan, bocah itu kembali ke A&E dengan rasa sakit yang luar biasa di kepalanya dengan nanah bocor dari luka.

Dokter melihat abses yang meradang dan membawanya ke rumah sakit di bawah pantauan pediatri. Hari keempat di rumah sakit, dokter melakukan CT scan karena ia tak juga pulih.

Petugas medis menduga dia mengalami patah tulang atau osteomielitis tapi semua itu keliru karena mereka menemukan gigi menancap di tengkorak. Dokter dengan cepat mengambil tindakan serius dan mencabutnya dari tengkorak remaja itu. Setelah dua hari, ia kemudian diizinkan pulang.

Menurut American Association of Neurological Surgeons, olahraga dan kegiatan rekreasi berkontribusi sekitar 21 persen dari semua cedera otak traumatis di antara anak-anak dan remaja Amerika.(sumber: suara.com)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami