Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 4 November 2026
Sukmawati Jalani Ritual Pindah ke Agama Hindu, Ini Pesan PHDI
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Ketua PHDI Kota Denpasar Nyoman Kenak, menyambut baik rencana Sudhi Wadani yakni upacara menjadi Hindu, yang akan dijalani salah satu putri dari Soekarno, Sukmawati.
Dia mengingatkan, Sudhi Widani harus dilandasi rasa tulus ikhlas memeluk dan menjalani ajaran Hindu, bukan sekadar simbolis. Karenanya seorang yang akan menjalani upacara ini harus siap fisik dan mental.
"PHDI setempat wajib memberi pemahaman tentang makna Sudhi Wadani, jangan sampai upacara sakral ini digunakan sebagai sensasi. Jangan sampai sekarang Sudhi Wadani, besok lagi balik," ungkapnya.
Sebagai tokoh yang juga pelaku spiritual, dia menyebut ajaran Hindu sangat fleksibel dan tidak pernah memberatkan. Upacara Sudhi Wadani, dalam keadaan tertentu dapat dijalankan dengan upakara pejati.
"Tentu didasari niat yang tulus, Satyam Evan Jayate, berbuat baik nantinya akan mendapat keberhasilan. Juga percaya dengan satu tuhan. Itu yang harus dipahami umat yang akan menjalani Sudhi Wadani," tuturnya.
Hal ini yang menurutnya penting ditekankan oleh PHDI setempat sebagai pemberi pengesahan seseorang memeluk agama Hindu. Lantas, bagaiamana menentukan kawitan atau asal usul setelah menjadi Hindu?
Menurutnya semua akan berujung kepada satu titik, yakni Sang Hyang Pasupati. Bilamana seorang yang telah sah menjalani Sudhi Wadani ingin masuk soroh brahmana, kesatria atau wesya, maka ia harus mendalami dan menjalani peran dari soroh-soroh itu.
"Itu bergantung juga dengan karma mereka, pekerjaan mereka. Bukan dari keluarga mana seseorang dilahirkan," terangnya.
Dia mengingatkan agar seorang yang menempuh Sudhi Wadani memahami filsafat, etika dan acara dalam Hindu.
"Acara itu di dalamnya upacara, salah satunya Sudhi Wadani, yakni sumpah janji yang tulus ikhlas. Tentu disini ada upakara, Hindu itu selalu menggunakan sarana atau banten. Itu juga harus paham," ulasnya.
Dia berharap upacara Sudhi Wadani yang akan dijalani Sukmawati berlangsung lancar. Ia juga berpesan agar kegiatan tetap menaati prokes yang berlaku. Sebab upacara yang baik dalam Hindu, salah satunya menaati aturan.
Reporter: bbn/dps
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 581 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 451 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 441 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan