Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 7 Mei 2026
Menikmati Keindahan Lukisan di Museum Blanco Renaissance
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Museum Blanco Renaissance adalah sebuah museum yang berisi lukisan dan karya seni lain yang menarik untuk dilihat. Museum ini juga menyimpan banyak sejarah, utamanya sejarah perkembangan seni di Bali.
Museum ini berlokasi di Ubud, provinsi Bali, Indonesia. Museum ini berdiri dari keinginan Antonio Blanco, seorang pelukis berbakat. Museum yang akhirnya terwujud juga dan diberi nama The Blanco Renaissance Museum.
Sejak usia 5 tahun Antonio Blanco sudah menunjukkan kecintaannya terhadap dunia seni bahasa dan juga sastra. Ia mampu berbicara dalam 5 bahasa sekaligus: Indonesia, Prancis, Spanyol, Tagalog, Dan Bahasa Daerah Bali dan sebagai seorang pelukis ia melukis bentuk lekuk tubuh perempuan. Sembari melakukan pembelajaran mengenai dunia melukis, ia memutuskan untuk menetap di Bali pada tahun 1952.
Keinginannya untuk memiliki sebuah museum pun hampir terwujud saat Raja Ubud memberikan Blanco sebuah tanah di Campuan, Ubud yang dipergunakannya sebagai rumah sekaligus studio untuk melukis. Walaupun sudah didirikan pada tahun 1998, pembukaan secara resmi museum dilakukan pada 15 September 2001, bertepatan dengan hari ulang tahunnya.
Museum Blanco adalah sebuah kompleks yang menyediakan fasilitas untuk perjalanan seni. Pengunjung dapat menemukan studio, galeri, toko suvenir, perpustakaan, kafe, amfiteater, dan kuil keluarga Blanco.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 727 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 666 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 488 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 468 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik