Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 16 Juni 2026
Ibu Ini Marah di Telepon Disuruh Bayar Paket COD Bukan Miliknya
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Layanan Cash On Delivery atau biasa disingkat COD menjadi pilihan banyak orang saat membeli barang secara online. Baru-baru ini, sebuah video di TikTok ramai menjadi perbincangan, saat seorang kurir merekam reaksi si penerima paket, yang diminta untuk membayar barang yang ia bawa.
Dalam video yang diunggah akun @faifaiqo, terlihat seorang ibu yang baru saja menerima paket menelpon seseorang yang diduga adalah pemilik paket, yang sedang tidak ada di rumah.
Karena diminta untuk menalangi pembayaran, si ibu terlihat marah-marah dan berkata kasar pada seseorang di seberang telepon. Ia tak terima jika diminta untuk membayar belanjaan orang lain.
"Paket paket to, matane picek tuh paket," ungkap si ibu.
Kondisi ini lantas membuat si kurir merasa takut dan deg-degan. Apalagi jika ia sampai kena 'semprot' si ibu. Melihat aksi seram sekaligus lucu itu membuatnya lantas merekam kejadian di depan matanya itu.
"Seketika kang paket ketar ketir," tulisnya dalam video.
Si ibu juga sempat menyampaikan jika ia akan menolak paket tersebut karena tak mau membayarnya.
Meski tidak dijelaskan bagaimana akhir dari kejadian tersebut, video ini tetap menarik perhatian dengan lebih 459 ribu penonton dan beragam komentar kocak dari warganet.
"Kurir said: mengheningkan cipta mulaiiii," ungkap @wafixxxxxxxxx.
"Lagian kenapa harus COD sih, kasian kan kurir e jadi takut "ditaek taekno"," kata @ _cucuxxxxxx.
"Emak ku kalau depan kurir ramah ,kurir nya pulang w diamok "paketttt tokkk"," ujar @enisxxxxxx.
"Kang paket: "aku siapa?... aku dimana?...sedang melakukan apa?..."," tambah @retaxxxxxx.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun