Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Mata Air Tembeling Pesona Sumber Air di Tengah Hutan
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Klungkung punya tawaran sebuah destinasi wisata alam unik yang sayang jika dilewatkan. Destinasi ini adalah Mata air Tembeling. Destinasi ini merupakan sebuah mata air yang jernih.
Mata air Tembeling atau Temeling, lokasi Br. Salak, desa Batu Madeg, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung Bali. Daya tarik alamnya memang berbeda, berada jauh di tengah hutan dan tebing.
Akses ke sejumlah objek wisata yang ditawarkan, banyak diantaranya butuh perjuangan ekstra, seperti berjalan menuruni tebing-tebing curam, termasuk juga lokasi dari mata air Tembeling ini berada di tengah hutan, butuh sekitar 1,6 km berjalan kaki, termasuk menuruni tebing-tebing terjal.
Mata air alam ini berada di tempat terpencil dan tersembunyi di tengah hutan, jauh dari keramaian, serta udara pegunungan yang menyegarkan, jauh dari polusi, tentu daya tarik alam ini bisa memikat bagi banyak orang yang rindu kedamaian dan keindahan.
Mata air di tengah hutan ini secara tidak sengaja ditemukan oleh seorang ibu yang sedang hamil (beling) mencari ternaknya yang hilang di tengah hutan ini, sehingga nama tempat tersebut dinamakan Tembeling atau orang menyebut dengan Temeling.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2975 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2054 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2029 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1813 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun