Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 3 November 2026
Kepanikan Warga Ibu Kota Ukraina, Mulai Serbu Supermaket
BERITABALI.COM, DUNIA.
Rusia telah menyatakan perang melawan negara Ukraina. Presiden Rusia Vladimir Putin secara resmi menyatakan perang dengan mengizinkan operasi militer ke wilayah Ukraina sejak Kamis (24/02/2022).
Usai Vladimir Putin menyatakan perang pasukan militer Rusia menyerbu Ukraina pada Kamis pagi. Serbuan pasukan militer Rusia ke Ukraina membuat warga menjadi cemas. Tak terkecuali dengan warga Ibukota Kyiv yang tidak luput dihantui kecemasan.
Meskipun Kyiv tidak diserang tetapi warga tetap saja cemas. Apalagi melihat pesawat terbang di atas kepala, mendengar suara ledakan, dan bunyi sirine pada pagi hari tadi.
Bahkan setelah berminggu-minggu peringatan oleh politis Ukraina dan Barat bahwa serangan Rusia semakin dekat. Beberapa warga Kyiv yang berpenduduk sekitar tiga juta orang itu masih lengah. Keadaan berbanding terbalik pada hari ini.
Warga Kota Kyiv berbodong-bondong menimbun persediaan di supermaket.
"Saya tidak menyangka ini. Sampai pagi ini saya yakin tidak akan terjadi apa-apa," kata Nikita berusia 34 tahun.
Saat diwawancara dia sedang menunggu antrean panjang di supermaket dengan botol air menumpuk di keranjang belanjaannya. Supermaket dan toko kelontong lain juga dipadati pembeli yang bersiap meninggalkan Kota Kyiv. Untuk transaksi pembayaran, kartu kredit masih bisa berfungsi.
Warga bertekad pergi dari Kota Kyiv untuk mencari tempat perlindungan yang lebih aman yakni ke Ukraina Barat. Warga berpikir demikian sebab Presiden Rusia Vladimir Putin mengesahkan operasi militer khusus di timur Ukraina.
Pada pertengahan pagi terjadi kemacetan lalu lintas di jalan utama empat jalur menuju kota di barat Kyiv. Mobil-mobil tampak berderet panjang sejauh puluhan kilometer (mil), kata saksi mata Reuters.
"Saya pergi karena perang dimulai, Putin menyerang kami. Kami takut dibombardir," ucap seorang pengemudi mobil yang terjebak kemacetan bersama putri kecilnya berusia 3 tahun.
Dia mengatakan tujuannya pergi untuk keluar dari Kota Kyiv, pusat kekuasaan Ukraina, rumah bagi pemerintah, kepresidenan dan parlemen. Pengemudi ini belum tahu dirinya hendak pergi ke mana. Namun akan memutuskan setelah keluar dari Kyiv.
"Katakan kepada mereka (Rusia), kamu tidak bisa melakukan itu. Ini sangat menakutkan," paparnya.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 549 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 405 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 404 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan