Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 31 Juli 2026
Lebih dari 100 Pria Australia Ditangkap Karena Pornografi Anak
BERITABALI.COM, DUNIA.
Lebih dari 100 pria Australia ditangkapdalam operasi internasional karena dituduh menyimpan dan saling berbagi material pornografi anak-anak. Ratusan anak berhasil diselamatkan.
Penyelidikan bersama antara pihak berwenang di Australia dan negara lain dengan nama Operasi H dan di Australia dikenal dengan nama Operasi Molton dimulai di tahun 2019. Sebagai tindak-lanjut penyelidikan selama tiga tahun tersebut, polisi Australia telah menahan 117 pria yang menghadapi keseluruhan 1.248 tindak pelanggaran.
Selama masa penyelidikan ini, 153 anak berhasil diselamatkan di berbagai negara termasuk 51 orang di Australia. Operasi Molto di Australia dilakukan oleh Unit Kontra Eksploitasi Terhadap Anak-anak (ACCCE) dari Kepolisian Federal.
Mereka bergerak setelah mendapat informasi adanya ribuan orang yang menggunakan tempat penyimpanan di internet dan saling berbagi bahan-bahan pornografi dan penyiksaan seksual terhadap anak-anak.
Asisten Komisioner Lesa Gale dari Polisi Federal Australia menggambarkan apa yang terjadi sebagai hal yang 'mengerikan".
"Melihat, mendistribusikan dan memproduksi bahan-bahan penyiksaan seksual terhadap anak-anak itu hal yang mengerikan," katanya.
"Anak-anak bukanlah komoditi. Makanya AFP bersama mitranya terus bekerja untuk membongkar dan menyeret para pelanggar ini ke pengadilan," jelasnya.
Warga Australia yang ditahan memiliki rentang usia dari 18 sampai 61 tahun.
Dari semua itu, 58 orang ditahan di Queensland, 18 di Victoria, 17 di New South Wales, 12 di Australia Selatan, delapan di Australia Barat, tiga orang di Tasmania, tiga di ACT (Canberra) dan dua orang di Northern Territory.
Police officer walks with man in handcuffs, both faces blurred.Image: Seorang pria ditahan di Sydney Barat sebagai bagian dari Operasi Molto. ABC News
Polisi mengatakan latar belakang para tersangka berbeda-beda dalam pekerjaan, mulai dari bidang konstruksi, transportasi, penegakan hukum danhospitality.
Detektif Jayne Welsh dari Kepolisian Victoria mengatakan prioritas utama mereka adalah melindungi anak-anak sehingga tidak mengalami penyiksaan dan pelecehan seksual lebih lanjut.
"Kepolisian Victoria bersama mitra penegak hukum lainnya di seluruh Australia dan juga negara lain akan terus mencari para predator online dan melindungi anak-anak," tegasnya.
"Saya mendesak para orang tua agar waspada dan proaktif berdiskusi dengan anak-anaknya mengenai keamanan kegiatan online," ujar Welsh.
"Anak-anak bisa dibujuk dalam hitungan menit. Orang tua perlu mengerti tanda-tanda adanya pendekatan yang berbahaya, bagaimana melindungi diri dan keluarga, dan bagaimana melaporkan tindakan mencurigakan," tambahnya.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3905 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3054 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2085 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2050 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1826 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun