Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 4 November 2026
Viral Pria Emosi Digetok Parkir Rp100 Ribu di Tempat Wisata
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Destinasi wisata di Kabupaten Sukabumi tengah menjadi sorotan tajam akibat kasus pungli. Hal ini diceritakan oleh seorang pria yang mengakui sudah berkali-kali digetok tarif parkir tidak wajar.
Curhatan pria ini langsung viral setelah dibagikan oleh akun Instagram @hic_travel. Sang pria merupakan pengelola travel yang mengantar rombongan wisatawan.
Ia curhat kesal sering menjadi korban pungli di sejumlah tempat wisata Sukabumi. Saking kesalnya, pria ini bahkan menyebut Sukabumi sebagai tempat pungli.
Dengan bahasa Sunda, pria ini pusing saat harus mengantar wisatawan ke Sukabumi. Bagaimana tidak, ia bisa digetok berkali-kali setiap pindah tempat wisata.
Harga untuk parkir sendiri sangat mahal, mulai dari Rp40 ribu sampai Rp100 ribu. Pria ini semakin kesal karena penarik uang parkir tidak pernah memberikan tiket sebagai bukti.
"Ribet banyak pungli Sukabumi. Di Cisolok Cipanas 50 ribu, tadi Cibangban 40 ribu, sekarang Karang Hawu sudah 100 ribu. Ribet Sukabumi, ribet. Pantas enggak ada yang mau main di Sukabumi," curhat pria ini dalam video.
"Di sini ditagih tidak ada tiketnya. Ini gimana pemerintahnya. Kagok pusing, roda pungli Sukabumi mah. Kami tim travel viralkan supaya jangan ada yang kesini. Kepala pusing," lanjutnya.
Sementara dalam keterangan akun Instagram, terungkap sejumlah pungli terhadi di kawasan Pelabuhan Ratu. Pungli yang bermunculan pun beragam, mulai dari tiket masuk sampai tiket parkir.
"Lagi dan lagi destinasi wisata di Kabupaten Sukabumi wilayah Pelabuhan Ratu. Kebanyakan pungli mulai dari parkir dan tiket masuk yang gak ada karcisnya. Harga parkir digetok, saat dimintain tiket atau karcis bilangya pemdesnya belum cetak," tulis akun ini.
"Apakah memang seperti ini penataan tempat wisata di Pelabuhan Ratu? Kalau kayak gitu gak jelas dong gak tercatat uang yang masuk, masuknya kemana? Kebanyakan pungli gak jelas, harus mendapat perhatian khusus nih," lanjutnya.
Pengelola travel pun berharap pemerintah segera menangani masalah ini dengan serius. Jika tidak, mereka tidak akan merekomendasikan Sukabumi kepada wisatawan lagi karena adanya pungli yang meresahkan.
"Kalau kayak gini terus, sebagai agen travel kami sangat tidak merekomendasikan Pelabuhan Ratu untuk dikunjungi. Kenapa? Karena banyak pungli dan beberapa tempat wisatanya tidak tertata bahkan kumuh. Malu sama gelar Geopark dari UNESCO," tandas akun ini.
Terakhir, akun ini turut menge-tag akun-akun pemerintah setempat sampai Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Bahkan, akun ini juga menandai Instagram Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.
Warganet yang melihat video curhatan itu ikut memberikan dukungan. Mereka juga menceritakan pengalaman serupa saat berwisata di Sukabumi, sampai menyentil pemerintah setempat.
"Pemerintah daerahnya pada kemana ya? Ada yang kerja gak sih? Aslinya dari jalan-jalan rusak aja diantep. Padahal pabrik banyak, pajak pasti gede. Kedua tempat wisata itu bukan jalan dibagusin, fasilitas dilengkapin. Dari dulu gitu-gitu aja," kritik warganet.
"KPK usut dong," komentar warganet.
"Aku juga barusan digetok parkir buat mobil elf Rp250 ribu. Alasannya parkir sedikit di kawasan pantai. Untung diberi karcis dan diganti tamu. Tapi tamunya jadi kapok," beber warganet.
"Terima kasih pak sudah diviralkan," dukung warganet.
"Emang harus diginiin kang, supaya kapok. Uang gak jelas dipakai buat apa," tambah yang lain.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 567 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 441 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 431 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan