Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 14 Oktober 2026
Ketika Paskah, Pesakh, dan Ramadan Tiba Bersamaan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Tidak sering hari-hari besar tiga agama monoteisme terbesar jatuh saat yang sama. Akhir minggu ini, agama Kristen dan Yahudi merayakan hari terpentingnya, saat umat muslim sedang berpuasa.
Mulai hari Jumat, umat Kristen memperingati Paskah, peristiwa kematian dan kebangkitan Yesus. Sedangkan umat Yahudi memperingati Pesakh, peristiwa eksodus dari Mesir dan berakhirnya "masa perbudakan" di bawah kekuasaan firaun.
Kedua hari raya itu jatuh pada Ramadan, bulan suci umat Muslim. Suatu peristiwa yang jarang terjadi karena perbedaan kalender Masehi dan kalender Islam. Kalender Masehi yang berorientasi pada rotasi matahari dalam satu tahun terdiri dari 365 atau 366 hari, sedangkan kalender Islam yang berorientasi pada rotasi bulan siklus satu tahun adalah 354 hari.
Lain lagi dengan agama Kristen Ortodoks, yang merayakan Paskah seminggu kemudian. Mereka menggunakan perhitungan kalender lain, karena menolak sistem kalender Gregorian yang umum digunakan sekarang.
"Perayaan persaudaraan dan kemanusiaan" Karena kalender Islam lebih pendek, Ramadan dan hari Lebaran selalu "berjalan" di sepanjang kalender dan bisa melalui setiap bulan dan setiap musim.
Ini peluang untuk mengalami Ramadan pada semua musim, kata juru bicara Dewan Koordinasi Islam Jerman Abdassamad El Yazidi. Selain itu, dia menambahkan, Ramadan juga bisa terjadi bersamaan dengan semua hari raya besar agama lain.
"Ini bisa mengingatkan kepada kita, bahwa semua manusia bersaudara dalam kemanusiaan, dan kita semua harus berusaha mencapai kebaikan." Hari Raya Paskah dan Pesakh memang selalu berdekatan sekitar bulan April, tapi jarang terjadi pada tanggal yang sama.
Perbedaan ini terjadi karena sejak tahun 325 Masehi, perayaan Paskah selalu dijadwalkan pada hari Minggu, sedangkan Pesakh bisa terjadi pada hari apa saja, sesuai perhitungan waktu.
Perayaan Pesakh, Paskah, Ramadan "intensif” di Yerusalem Yerusalem mungkin menjadi satu-satunya kota, di mana ketiga agama samawi merayakan hari besarnya secara intensif.
Di sinilah orang bisa merasakan bagaimana umat ketiga agama bersama menanti-nantikan hari besarnya, kata Nikodemus Schnabel, pastor Katolik yang sejak lama tinggal di pinggiran Kota Tua di Yerusalem.
"Kota ini sekarang sudah dipenuhi peziarah dari berbagai negara dan agama. Sepertinya setelah pembatasan corona dicabut, semua punya kebutuhan besar untuk merayakannya bersama-sama."
Selama beberapa hari, para peziarah akan berkeliling Kota Tua sambil berdoa. Hari Jumat masjid biasanya penuh dengan umat yang ingin melakukan salat. Sedangkan umat Yahudi akan mendatangi Tembok Ratapan.
Bagi para penjaga keamanan di Yerusalem, hari-hari itu adalah hari-hari yang menuntut kerja keras. Tapi perayaan Paskah belum berakhir minggu ini, karena umat Kristen Ortodoks merayakannya baru minggu depan.
Tahun 1582 Paus Gregor XIII menetapkan pembaruan kalender dan kalender sesudah itu dinamakan Kalender Gregorian. Tapi hal itu ditolak oleh kaum Ortodoks, yang tetap menggunakan sistem kalender yang lama.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4326 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2015 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1877 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1552 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1373 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan