Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 14 Oktober 2026
Perawat Satwa Serulingmas Zoo Meninggal Diserang Harimau
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Seorang perawat satwa diserang harimau diserang harimau, Minggu, (17/4/2022). Korban mengalami luka gigitan dan cakar pada bagian sekitar leher.
Direktur Perusda Serulingmas Zoo, Lulut Yekti menjelaskan tragedi tersebut terjadi pada hari Minggu (17/4/2022), pukul 14.30 WIB.
"Ingin memberikan klarifikasi kejadian kemarin, Minggu 17 April tepatnya pukul 14.30 WIB, " katanya saat ditemui di kantor Serulingmas Zoo, Senin (18/4/2022).
Ia menjelaskan, pada saat kejadian, korban yang bernama Lulut Dwi Prasetyo sedang bertugas memasukan satwa, memberikan makan dan membersihkan kandang.
"Korban sedang bertugas rutin memasukan satwa, memberi makan, dan bersih kandang. Kejadian di TKP belum mengetahui pasti karena masih dalam penyelidikan polisi dan BKSDA, yang jelas setelah itu rekan perawat satwa mendengar teriakan korban,"ungkapnya.
Usai mendengar teriakan, korban sudah ditarik oleh harimau dari kandang tidur ke kandang display.
"Setelah didatangi, korban sudah ditarik oleh Harimau Benggala keluar ke display, di kandang display korban hanya ditaruh saja," katanya.
Menyadari hal tersebut, petugas lain langsung berupaya menggiring harimau masuk ke kandang. Upaya tersebut membutuhkan waktu sekitar 30 menit.
"Sama karyawan lain, harimau digiring ke kandang ,sekitar 30 menit harimau masuk ke kandang tidur," katanya.
Usai harimau masuk dalam kandang tidur, petugas melakukan evakuasi korban. Korban yang sudah tak sadarkan diri dibawa ke IGD RSUD Hj Annah Lasmanah Banjarnegara.
"Setelah masuk ke kandang tidur, baru korban dievakuasi dan dibawa ke IGD namun korban sudah meninggal," jelasnya.
Tentang berita yang menyebut, korban dimakan harimau, pihaknya membantah. Korban hanya diserang dan tidak ada anggota tubuh yang hilang.
"Bukan dimakan harimau, itu hanya diserang dan hanya ditarik keluar ke display. Korban mengalami luka di leher bekas gigitan dan cakaran, hal itu dibuktikan bahwa tidak ada anggota tubuh yang hilang," ujarnya.
Ia menjelaskan, status korban adalah perawat satwa yang bertugas memasukkan satwa, memberikan makan dan membersihkan kandang.
"Statusnya kiper atau perawat satwa, bertugas membersihkan, memberikan makan, tapi tidak bersentuhan langsung dengan hewan," katanya.
Kepada keluarga korban yang sudah bekerja sejak 2018 , pihaknya memberikan bela sungkawa dan doa.
"Turut berduka cita sedalam dalamnya kepada karyawan terbaik kami dan berdoa agar keluarga tabah dan ikhlas," katanya.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4325 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2015 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1877 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1552 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1371 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan