Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 11 Juni 2026
100 Tukik Dilepas di Pantai Kuta untuk Jaga Ekosistem Laut
BERITABALI.COM, BADUNG.
Perusahaan asuransi BMUN, BRI Life kembali menegaskan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekosistem laut melalui kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR/TJSL) berupa pelepasan 100 tukik serta pemberian bantuan konservasi penyu di Pantai Kuta, Bali, Sabtu (23/5/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama Bali Sea Turtle Society dan Kuta Beach Sea Turtle Conservation. Acara juga dihadiri jajaran direksi BRI Life, relawan konservasi hingga masyarakat sekitar.
Pemilihan Bali sebagai lokasi konservasi dilakukan karena Pulau Dewata menjadi salah satu habitat penting peneluran alami penyu di Indonesia, khususnya spesies Penyu Lekang yang berstatus rentan atau vulnerable.
Kawasan Pantai Kuta, Pantai Serangan, Pantai Saba hingga Sanur diketahui menjadi area pendaratan dan peneluran alami penyu di Bali. Karakteristik garis pantai yang landai, pasir halus, vegetasi pesisir serta suhu dan kelembapan yang sesuai membuat kawasan tersebut ideal sebagai habitat penyu.
Selain faktor alam, keberadaan komunitas konservasi lokal yang aktif juga menjadikan Bali sebagai salah satu pusat edukasi dan pelestarian penyu di Indonesia.
Direktur Legal dan Kepatuhan BRI Life, Aestika Oryza Gunarto mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya dalam mendukung pelestarian ekosistem laut dan aksi perubahan iklim.
“Melalui kegiatan pelepasan 100 tukik dan bantuan konservasi ini, BRI Life ingin turut mengambil bagian dalam menjaga keberlangsungan ekosistem laut Indonesia. Apa yang dilakukan hari ini bukan hanya tentang melepas tukik, tapi kami berupaya untuk memperkuat populasi penyu sebagai salah satu spesies yang terancam punah” ujar Aestika dalam sambutannya.
Berdasarkan data konservasi di berbagai wilayah Indonesia, populasi penyu saat ini menghadapi ancaman serius akibat pencemaran laut, kerusakan habitat pesisir, perubahan iklim hingga aktivitas manusia di kawasan pantai. Di Bali sendiri, Pantai Kuta rutin menjadi lokasi penyelamatan telur penyu dan pelepasan tukik terutama pada musim peneluran Mei hingga Oktober.
Sebagai bentuk dukungan terhadap konservasi, BRI Life juga memberikan bantuan operasional bagi pengelola konservasi penyu. Bantuan tersebut mencakup patroli malam pencarian telur penyu, pemeliharaan lokasi konservasi, dukungan tenaga operasional hingga peremajaan fasilitas penampungan penyu.
Penyu memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut, termasuk kesehatan padang lamun dan terumbu karang yang menjadi habitat berbagai biota laut. Pelepasan tukik dinilai menjadi langkah penting mendukung keberlangsungan rantai kehidupan laut di masa depan.
Dalam jangka panjang, penyu yang berhasil bertahan hidup hingga dewasa akan kembali ke tempat kelahirannya sekitar 20 hingga 25 tahun mendatang untuk bertelur dan melanjutkan siklus kehidupan. Karena itu, kegiatan pelepasan tukik diharapkan memberikan dampak berkelanjutan terhadap kelestarian laut Indonesia.
Di lokasi yang sama, Direktur Pemasaran BRI Life, Tina Meilina menegaskan kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pelestarian keanekaragaman hayati laut serta pemberdayaan komunitas konservasi lokal.
“Penyu adalah salah satu indikator kesehatan laut. Melalui kegiatan ini, kami ingin berkontribusi nyata menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus mendukung masyarakat lokal yang telah konsisten menjaga habitat penyu,” ujar Tina.
BRI Life berharap kegiatan ini tidak hanya membantu upaya konservasi, tetapi juga meningkatkan edukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan laut serta mendorong lebih banyak pihak untuk peduli terhadap pelestarian alam Indonesia.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli