Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 23 Mei 2026
Pertamuda 2026 Buka Jalan Startup Mahasiswa Go Global
BERITABALI.COM, NASIONAL.
PT Pertamina (Persero) kembali membuka ruang kreasi dan inovasi digital bagi generasi muda melalui peluncuran Pertamuda Seed & Scale 2026. Program tersebut diluncurkan dalam acara Kick Off Pertamina Goes to Campus 2026 di Institut Teknologi Bandung, Kamis (21/5).
Peluncuran dua program unggulan Pertamina itu memiliki fokus berbeda. Jika PGTC 2026 menjadi payung edukasi untuk meningkatkan literasi energi dan memperkuat hubungan korporasi dengan dunia akademik, maka Pertamuda Seed & Scale dirancang sebagai wadah akselerasi bisnis mahasiswa menuju ekosistem startup global.
Mengusung tema “Beyond Borders: Membangun Global Network & Startup Ecosystem bersama Pertamuda”, kegiatan ini dihadiri ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang antusias menjajaki peluang inovasi tingkat dunia.
VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron menegaskan Pertamuda menjadi komitmen nyata Pertamina dalam menyediakan panggung inovasi nasional dengan daya saing global bagi generasi muda.
“Pertamina Goes to Campus menjadi momentum kami untuk menyapa mahasiswa secara luas. Namun, melalui Pertamuda, kami mengerucutkannya menjadi aksi nyata pembinaan kewirausahaan. Pertamuda bukan sekadar kompetisi ide bisnis biasa, melainkan platform inkubasi agar inovasi generasi muda Indonesia tidak hanya berhenti di level lokal, melainkan mampu bersaing di tingkat nasional hingga menembus pasar global,” ujar Baron.
Sejak bergulir pada 2021, Pertamuda Seed & Scale berkembang menjadi salah satu kompetisi startup mahasiswa terbesar di Indonesia. Hingga 2025, program ini telah menjangkau lebih dari 14 ribu mahasiswa dari 700 perguruan tinggi, melahirkan ratusan startup dan membangun jejaring 180 alumni dalam komunitas Preneurs.
Pada 2026, kolaborasi internasional semakin diperkuat. Delegasi startup binaan Pertamuda bahkan berhasil tampil di ajang global seperti Tokyo Global Innovation Challenge, Startup Grind Conference di Silicon Valley hingga Fowler Global Social Innovation Challenge di Amerika Serikat.
Dalam sesi talkshow Kick Off PGTC 2026, sejumlah praktisi dan alumni startup hadir membahas peluang founder muda Indonesia masuk ke ekosistem global. Mereka di antaranya Rifky Rakhman Yusuf, Andrea Varriale, Founder & CEO Taman School Risky Altaresh serta CEO & Founder Terangin M. Hanif.
Dalam pemaparannya, Rifky Rakhman Yusuf menyebut tantangan terbesar mahasiswa Indonesia bukan pada ide, melainkan akses menuju industri dan pasar global.
"Mahasiswa Indonesia tidak kekurangan ide kreatif atau pemecahan masalah yang cerdas. Tantangan terbesar mereka adalah jembatan menuju industri dan pasar global. Pertamuda hadir mengeliminasi batasan tersebut," tegas Rifky.
Hal senada disampaikan Andrea Varriale dari Startup Grind yang menilai talenta muda Indonesia memiliki kemampuan problem solving yang kuat dan siap bersaing di tingkat internasional.
"Talenta muda Indonesia punya problem solving yang kuat. Dengan exposure internasional dari Pertamuda, inovasi mereka sangat siap bersaing di global ecosystem," ungkap Andrea.
Manfaat program inkubasi Pertamuda juga dirasakan langsung oleh M. Hanif, CEO startup mahasiswa Terangin asal Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Melalui Pertamuda, startup tersebut berhasil melaju ke kompetisi dunia di Amerika Serikat melalui Fowler Global Social Innovation Challenge 2026.
“Kami memulai ini dari ide sederhana di ruang kuliah dengan banyak keraguan. Namun, Pertamuda memberi kami mentor, validasi bisnis, dan membuka jalan ke panggung dunia. Ini membuktikan inovasi anak muda Indonesia diakui secara internasional,” lanjut Hanif.
Sementara itu, Risky Altaresh menilai ekosistem inovasi Pertamuda tetap berjalan meski kompetisi telah berakhir. Melalui komunitas alumni Preneurs, para inovator muda terus mendapatkan dukungan untuk mengembangkan bisnis mereka di tingkat nasional.
Pada tahun ini, Pertamuda Seed & Scale 2026 menghadirkan dua kategori utama yakni Early Stage Startup dan Energy Founder. Peserta tidak hanya memperebutkan dana pembinaan ratusan juta rupiah, tetapi juga kesempatan mentoring intensif, networking industri hingga exposure internasional.
Program ini juga memperluas jejaring global dengan menggandeng berbagai institusi internasional seperti Startup Grind, University of San Diego, EMC Global Jepang hingga Musashino University.
Pendaftaran resmi Pertamuda Seed & Scale 2026 dijadwalkan dibuka pada awal Juni 2026. Pertamina mengajak mahasiswa di seluruh Indonesia untuk membawa inovasi terbaik mereka dari ruang kelas menuju panggung global.
Editor: Redaksi
Reporter: Pertamina
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 2003 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1840 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1368 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1245 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah