Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 11 Juni 2026
Badung Digitalisasi Ratusan Lontar Kuno
BERITABALI.COM, BADUNG.
Upaya pelestarian warisan budaya terus dilakukan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Badung melalui program digitalisasi lontar dan naskah kuno milik masyarakat.
Langkah tersebut dilakukan untuk menyelamatkan data serta isi pengetahuan yang terkandung di dalam lontar agar tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
Kepala Bidang Pelestarian Bahan Perpustakaan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Badung, Kadek Wiratnata mengatakan lontar maupun naskah kuno yang tersebar di Badung perlu dirawat dan dijaga keberadaannya.
"Lontar maupun naskah kuno yang ada di Badung perlu dirawat, dilestarikan supaya tetap terpelihara baik. Isi dari lontar itu juga penting diketahui pemiliknya bahwa itu sebagai warisan leluhur yang harus dijaga," jelas Kadek Wiratnata belum lama ini.
Program alih media ke format digital tersebut telah berjalan sejak 2024. Hingga kini, hampir 200 cakep atau bendel lontar milik masyarakat telah berhasil didigitalisasi.
Menurut Wiratnata, antusiasme masyarakat cukup tinggi dalam mengikuti program tersebut karena dinilai mampu menjaga isi lontar tetap aman dan mudah dipelajari oleh generasi berikutnya.
"Pemilik lontar antusias mendigitalisasikan lontar warisan mereka. Ini menjadi penting agar isi lontar tetap aman dan dapat dipelajari oleh generasi mendatang," ucapnya.
Selain digitalisasi, pemerintah daerah juga menggencarkan sosialisasi pelestarian naskah kuno di enam kecamatan se-Kabupaten Badung. Kegiatan tersebut melibatkan perangkat pemerintah hingga penyuluh Bahasa Bali.
Ia mengakui masih terdapat tantangan dalam mengedukasi masyarakat terkait perawatan lontar karena sebagian warga menganggap benda tersebut sakral sehingga jarang disentuh maupun dipelajari.
"Dari sosialisasi itu kami ingin mengubah mindset masyarakat terhadap lontar dan naskah kuno. Lontar bukan hanya warisan yang disakralkan, tetapi juga sumber pengetahuan yang harus dijaga, harus diketahui," katanya.
Berdasarkan pendataan, jumlah lontar yang tersebar di Kabupaten Badung diperkirakan mencapai ribuan cakep atau ikat bendel.
"Sepanjang 2022 hingga 2025, Diskerpus Badung bersama penyuluh Bahasa Bali melakukan perawatan fisik terhadap sekitar 1.500 cakep lontar," tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli