Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 14 Oktober 2026
Pasukan Rusia Tangkap 2 Kombatan Inggris di Ukraina
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pasukan Rusia menangkap dua kombatan Inggris di Ukraina. Televisi pemerintah Rusia, pada Senin (18/4) menyiarkan keterangan dua relawan tersebut yang diklaim berhasil diringkus pasukan Kremlin.
Milisi asal Inggris itu menyebut identitas mereka sebagai Shaun Pinner dan Aiden Aslin. Mereka menyatakan di depan kamera meminta untuk dibebaskan ditukar dengan sekutu Presiden Vladimir Putin yang ditahan Ukraina.
Pinner dan Aslin berbicara secara terpisah setelah diminta oleh seorang pria tak dikenal dan disiarkan TV pemerintah, Rossiya 24. Mereka meminta Perdana Menteri Inggris Boris Johnson untuk melakukan pertukaran tahanan antara dua kombatan Inggris tersebut dengan sekutu Rusia, Viktor Medvedchuk.
Sebelumnya pada hari yang sama, Medvedchuk juga tampil dalam tayangan televisi untuk meminta ditukar dengan tahanan Rusia. Dalam permohonannya kepada Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Medvedchuk meminta dirinya dibebaskan ditukar dengan para milisi dan warga di Mariupol yang masih terjebak di kota tersebut.
Pinner dan Astin merupakan kombatan asing asal Inggris Pro-Ukraina yang diklaim berhasil ditangkap pasukan Rusia di Mariupol. Kota tersebut kini di bawah kendali Kremlin.
"Saya mengerti situasinya. Saya memohin kepada pemerintah (Inggris) untuk memulangkan saya kembali ke rumah. Saya ingin bertemu istri saya lagi," tutur Pinner.
Ia meminta pembebasan dirinya kepada Boris Johnson ditukar dengan pelepasan Medvedchuk yang ditawan Ukraina.
"Kami berharap pertukaran saya dengan Aiden Aslin dengan (pembebasan) Medvedchuk. Kami akan sangat mengapresiasi," ucap Pinner.
Medvedchuk ditangkap pekan lalu oleh pasukan Ukraina. Ia sempat kabur dari tahanan rumah setelah Rusia memulai agresi pada 24 Februari. Medvechuk sebelumnya dikurung dalam tahanan rumah sejak Mei 2021 atas dakwaan pengkhianatan tingkat tinggi.
Namun, tokoh pro-Rusia itu membantah dakwaan tersebut dengan menganggap ia sebagai korban penindasan bermotif politik.(sumber: cnnindonesia.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4323 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2015 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1876 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1552 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1371 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan