Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 15 Juli 2026
Pasukan Rusia Tangkap 2 Kombatan Inggris di Ukraina
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pasukan Rusia menangkap dua kombatan Inggris di Ukraina. Televisi pemerintah Rusia, pada Senin (18/4) menyiarkan keterangan dua relawan tersebut yang diklaim berhasil diringkus pasukan Kremlin.
Milisi asal Inggris itu menyebut identitas mereka sebagai Shaun Pinner dan Aiden Aslin. Mereka menyatakan di depan kamera meminta untuk dibebaskan ditukar dengan sekutu Presiden Vladimir Putin yang ditahan Ukraina.
Pinner dan Aslin berbicara secara terpisah setelah diminta oleh seorang pria tak dikenal dan disiarkan TV pemerintah, Rossiya 24. Mereka meminta Perdana Menteri Inggris Boris Johnson untuk melakukan pertukaran tahanan antara dua kombatan Inggris tersebut dengan sekutu Rusia, Viktor Medvedchuk.
Sebelumnya pada hari yang sama, Medvedchuk juga tampil dalam tayangan televisi untuk meminta ditukar dengan tahanan Rusia. Dalam permohonannya kepada Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Medvedchuk meminta dirinya dibebaskan ditukar dengan para milisi dan warga di Mariupol yang masih terjebak di kota tersebut.
Pinner dan Astin merupakan kombatan asing asal Inggris Pro-Ukraina yang diklaim berhasil ditangkap pasukan Rusia di Mariupol. Kota tersebut kini di bawah kendali Kremlin.
"Saya mengerti situasinya. Saya memohin kepada pemerintah (Inggris) untuk memulangkan saya kembali ke rumah. Saya ingin bertemu istri saya lagi," tutur Pinner.
Ia meminta pembebasan dirinya kepada Boris Johnson ditukar dengan pelepasan Medvedchuk yang ditawan Ukraina.
"Kami berharap pertukaran saya dengan Aiden Aslin dengan (pembebasan) Medvedchuk. Kami akan sangat mengapresiasi," ucap Pinner.
Medvedchuk ditangkap pekan lalu oleh pasukan Ukraina. Ia sempat kabur dari tahanan rumah setelah Rusia memulai agresi pada 24 Februari. Medvechuk sebelumnya dikurung dalam tahanan rumah sejak Mei 2021 atas dakwaan pengkhianatan tingkat tinggi.
Namun, tokoh pro-Rusia itu membantah dakwaan tersebut dengan menganggap ia sebagai korban penindasan bermotif politik.(sumber: cnnindonesia.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3687 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1363 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1240 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1180 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1078 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun