Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 21 Mei 2026
Operator Seluler Bisa Jadi Titik Awal Metaverse
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Operator seluler atau perusahaan telekomunikasi dinilai berperan penting untuk masuk ke teknologi metaverse. Hal ini dikarenakan dunia digital itu membutuhkan konektivitas canggih seperti internet 5G.
Hal ini disampaikan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) lewat diskusi THIS: The IOS Show bertajuk ’Pack Your Bags to Metaverse’ pada episode pertama yang digelar beberapa hari lalu.
Chief Enterprise Data Analytics Officer IOH, Chirag Sukhadia menyampaikan, metaverse telah membawa kita ke fase internet berikutnya dan berkembang pesat selama beberapa tahun terakhir, terutama sejak pandemi COVID-19.
Menurutnya, ini memberikan peluang besar bagi perusahaan telekomunikasi digital untuk menjadi titik masuk ke metaverse berkat konektivitas canggih dan latensi lebih rendah yang ditawarkan teknologi 5G.
"Kami bersemangat memainkan peran penting untuk bergerak maju dengan ekosistem besar kami, basis pelanggan, dan kolaborasi ekstensif dengan mitra teknologi raksasa, termasuk Meta," kata Chirag dalam keterangan resminya, dikutip Kamis (5/5/2022).
Chirag percaya bahwa kunci masa depan metaverse adalah ekosistem yang berkembang dengan didorong oleh tiga dasar, yakni kehadiran, interoperabilitas, dan adopsi pelanggan.
Dasar pertama adalah hadirnya perangkat berteknologi virtual reality dan augmented reality (VR/AR) yang terjangkau, contohnya adalah headset.
Faktor kedua adalah interoperabilitas, yang berarti kemampuan untuk berpindah dengan mulus di antara ruang virtual sambil mempertahankan aset virtual yang sama. Dengan demikian, standardisasi teknologi menjadi penting.
"Yang terakhir adalah adopsi pelanggan besar-besaran di semua segmen, bukan hanya generasi muda," tutur dia.
Menurut Chirag, Indosat Ooredoo Hutchison memainkan peran penting dalam membentuk ekosistem dengan dua produk andalannya, IM3 dan 3, yang memiliki basis pelanggan besar di semua segmen.
Selain itu, kolaborasi yang diperkuat perusahaan dengan mitra strategis global, termasuk Cisco, Ericsson, Huawei, dan Nokia, memungkinkan interoperabilitas.
Indosat pun sudah menyediakan layanan komersial 5G yang dimulai sejak diluncurkan tahun lalu di Solo, Jakarta, Surabaya, Makassar, dan Balikpapan. Perusahaan juga berencana untuk mengintegrasikan jaringan di seluruh Indonesia untuk meningkatkan jangkauan di dalam ruangan dan kapasitas jaringan untuk meningkatkan pengalaman pelanggan.
Sekadar informasi, metaverse adalah interaksi sosial generasi berikutnya, di mana dunia digital tampak realistis namun tak terbatas. Metaverse ini dibentuk oleh virtual reality (VR), augmented reality (AR), kecerdasan buatan (AI), dan blockchain.
Metaverse berfokus pada membangun kehadiran di alam semesta virtual untuk meningkatkan pengalaman manusia. Meskipun berada di awal evolusinya, Metaverse diprediksi menarik investasi besar di seluruh industri secara global dan di Indonesia, dengan peluang pendapatan potensial mencapai 800 miliar dolar AS (Rp 11.520 triliun) pada 2024.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1890 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1716 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1278 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1147 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah