Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




15 Kasus Diduga Hepatitis Misterius Tersebar di DKI Hingga Babel

Selasa, 10 Mei 2022, 12:15 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/cnnindonesia.com/15 Kasus Diduga Hepatitis Misterius Tersebar di DKI Hingga Babel

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Kementerian Kesehatan menyatakan ada 15 kasus yang diduga infeksi hepatitis akut misterius yang belum diketahui penyebabnya. Belasan kasus itu dilaporkan terjadi di sejumlah provinsi Indonesia, dari DKI Jakarta hingga Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

"Rentang usianya 1-17 tahun ya, dari beberapa provinsi. DKI Jakarta, Sumatera Barat, Jawa Barat, Kepulauan Babel, dan Jawa Timur," kata Sekretaris Ditjen Kesehatan Masyarakat Siti Nadia Tarmizi.

Dari 15 kasus tersebut, empat diantaranya sudah dikategorikan menjadi pending klasifikasi lantaran sudah melalui sejumlah pemeriksaan seperti non hepatitis A,B,C,D,E maupun Adenovirus. Membutuhkan waktu hingga dua pekan untuk mengetahui hasil pemeriksaan hepatitis E dan Adenovirus.

Sementara itu, 11 kasus lainnya masih dilakukan pemeriksaan di laboratorium untuk mengetahui kondisi infeksi.

Nadia mengatakan bahwa gejala yang dialami belasan anak cenderung mirip. Misalnya seperti gejala penyakit kuning,demam, diare, urine berwarna lebih pekat dan feses berwarna pucat.

"Semuanya dirawat di rumah sakit. Ada yang dirawat di rawat inap biasa, ada yang dirawat di ICU," ujarnya.

Sebelumnya Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan kasus pertama kali ditemukan pada 27 April 2022. Virus hepatitis akut misterius ini menular melalui asupan makanan yang masuk melalui mulut.

Budi menyarankan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan tindakan pencegahan seperti rajin mencuci tangan dan menjalani perilaku hidup bersih dan sehat.

Sejauh ini sudah ada lima orang meninggal dunia akibat terinfeksi penyakit yang diduga hepatitis misterius tersebut. Pasien yang meninggal antara lain 3 di Jakarta, 1 di Tulungagung, dan 1 di Solok, Sumatera Barat.(sumber: cnnindonesia.com)
 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami