Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 12 Oktober 2026
Prajurit Kopassus Ini Patahkan Leher dan Rebut Senjata Musuh
Buat Prabowo Kagum
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kapten TNI (Purn) Abdullah Haruman merupakan prajurit Komando Pasukan Khusus atau Kopassus yang tidak cukup dikenal banyak orang. Namun, keberanian dan kehebatannya di medan operasi membuat Prabowo Subianto terkesan dan tidak bisa melupakannya.
Dalam buku biografinya berjudul “Kepemimpinan Militer: Catatan dari Pengalaman Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto” mantan Danjen Kopassus menyebut jika Haruman merupakan seorang bintara yang paling banyak mendidik dan memengaruhinya. “Dialah seorang bintara yang sangat unggul.
Saya merasa benar-benar dididik dan dilatih oleh seorang bintara. Buan dalam latihan tetapi dalam aksi sebenarnya yaitu dalam operasi.
Saya tidak akan bisa melupakannya,” kenang Prabowo Subianto yang kini menjadi Menteri Pertahanan (Menhan.
Prabowo mengaku mengenalnya saat Haruman berpangkat Bintara Peleton di Grup 1 Parako dengan pangkat Sersan Kepala (Serka). Pemegang sabuk hitam karate sekaligus pelatih senior di PPS Betako Merpati Putih ini dikenal sebagai prajurit Korps Baret Merah yang jago menembak senapan dan sangat andal dalam taktik antigerilya serta tekni bertempur.
“Kami tidak berada dalam satu kompi, tetapi besama dalam Grup 1 Parako. Beliau ikut membina kami para perwira seperti latihan karate, Merpati Putih dan latihan menembak,” ujarnya.
Meski secara organik tidak pernah bersama, namun dalam operasi di Timor-Timur yang saat ini bernama Timor Leste pada 1976, Prabowo mengaku sempat bersama-sama Haruman dalam Tim Nanggala 10. Saat itu, keduanya bergerak bersama di medan pertempuran.
”Kami sempat melakukan gerakan bersama. Dalam beberapa gerakan, saya seringkali menemukan diri saya berdekatan dengan Haruman. Saya ingat kami pernah berada pada posisi paling depan. Akhirnya kami yang menjadi ujung tombak gerak maju pasukan,” ucapnya.
Prabowo masih ingat betul saat terjadi kontak tembak dengan musuh, Haruman mengajarkan bagaimana teknik tembak gerak. Dengan berbisik, Haruman meminta Prabowo untuk menyusul dia kalau sudah sampai pada sebuah pohon tertentu dan sudah menembak.
”Beliau tenang, berani, cool, dan mengarahkan walau kami memiliki pangkat lebih tinggi,” tutur Prabowo.
Salah satu peristiwa yang tidak dapat dilupakan Prabowo adalah ketika perebutan wilayah Lebos. Saat itu, Haruman berada dalam posisi palng depan.
”Beliau merayap hingga sampai ke tempat penjaga musuh. Tanpa letusan peluru, beliau merebut senjata dan mematahkan leher musuh tersebut dalam senyap di kegelapan malam. Kmai melihat langsung tindakan beliau,” ucap menantu Presiden Soeharto ini.
Pengalamannya bertempur bersama Haruman di Timor Lester, membuat Prabowo mengambil kesimpulan bahwa prajurit yang unggul di daerah pertempuran biasanya juga punya keunggulan di masa damai yaitu unggul dalam bela diri dan kemampuan menembak.
“Itu dua keahlian yang sangat mendasar yang harus dikuasai prajurit Angkatan Darat.”(sumber: sindonews.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4114 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 1933 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1758 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1473 Kali
Anggota Polsek Manggis Dianiaya, Pinggul Patah
Dibaca: 1057 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan