Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 9 Juli 2026
BBM Jenis Pertalite Paling Sering Dikonsumsi Saat Pelaksanaan Mudik
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kepala BPH Migas Erika Retnowati mengungkapkan konsumsi BBM mengalami kenaikan saat mudik dan arus balik 2022. Adapun kenaikan konsumsi BBM tersebut sekitar 26 persen dibandingkan konsumsi hari biasa.
Ia menjelaskan, penyaluran tertinggi terjadi pada H-1 Idul Fitri yaitu pada tanggal 1 Mei sebesar 36 persen daripada penjualan normal.
"Sedangkan untuk gasoil itu turun 13 persen dari sales normal," ujar saat konferensi Pers di Jakarta, Rabu (11/4/2022).
Erika melanjutkan, bahan bakar yang paling sering digunakan pada saat mudik dan arus balik, yaitu Pertalite.
"Khusus BBM Pertalite itu kenaikannya sangat tinggi sebesar 46 persen pada H-1, itu adalah penyaluran tertinggi untuk Pertalite," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) Alfian Nasution mengakui ada peralihan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dari pertamax ke pertalite pada pelaksanaan mudik dan arus balik tahun ini.
Ia menambahkan, peralihan konsumsi BBM ke Pertalite ini sudah berlangsung sejak kenaikan harga pertalite.
"Kami akui bahwasanya sudah ada shifting dari Pertamax ke Pertaltie sebelum arus mudik ini, yaitu ketika adanya kenaikan harga Pertamax. Jadi sudah ada yang mulai shifting di situ beberapa persen gitu," katanya. (Sumber: Suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3641 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1269 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1211 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1050 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun