Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Alasan Pria Sulit Menunjukkan Emosi, Ada Efek Dorongan Stigma

Rabu, 11 Mei 2022, 23:25 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/Suara.com/Alasan Pria Sulit Menunjukkan Emosi, Ada Efek Dorongan Stigma

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa pria sulit menunjukkan emosi mereka. Menurut psikolog Loren Soeiro, perilaku ini dapat disalahartikan sebagai kesombongan.

Soeiro mengatakan bahwa banyak pria tampil sebagai 'pemikir rasional', memisahkan emosi mereka dari keputusan.

Ini menjadi sifat psikologis umum disebut alexithymia, yang dalam bahasa yunani mengacu pada kurangnya emosi.

"Ini bukan gangguan mental, melainkan suatu sifat yang dapat menimbulkan tantangan psikologis lain," kata Soeiro, dilansir The Sun.

Ia menjelaskan indikator umum lainnya dari sifat tersebut meliputi:

- takut akan keintiman

- jarak emosional

- minat yang berlebihan pada otonomi

- ketidaknyamanan dalam keadaan sosial

- tidak bisa mengekspresikan emosi

- suasana hati yang buruk dalam jangka panjang

"Tidak mampu mengungkap perasaan juga dapat memiliki efek samping fisik yang berbahaya," sambungnya.

Efek sampingnya bisa berupa detak jantung yang cepat, nyeri kronis, dan kesulitan bernapas.

Kondisi tersebut lebih sering terjadi pada pria karena stereotip gender yang didorong pada pria sejak usia muda.

Stereotip tersebut dapat berupa ucapan seperti "lelaki tidak boleh menangis", "lelaki harus kuat", "lelaki harus berani".

Soerio mengatakan hal itu tidak sehat bagi siapa pun karena manusia telah berevolusi untuk memiliki emosi.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami