Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 9 Juli 2026
Kasus Anjing Rabies di Jembrana Capai 50 Gigitan per Hari
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Kasus gigitan anjing di Kabupaten Jembrana kini meningkat. Jumlah kasus gigitan Hewan Penyebar Rabies (HPR) rata-rata mencapai 50 gigitan per hari. Sehingga kondisi tersebut kasus gigitan anjing yang positif rabies bisa meluas.
Dari informasi terbaru, korban yang memiliki riwayat tergigit anjing meninggal dunia. Kasus tersebut terjadi di Desa Pergung Kecamatan Mendoyo.
Diketahui korban tergigit anjingnya sendiri sekitar 4 bulan yang lalu. Usai mengginggit anjing tersebut kemudian mati.
Pascakejadian tersebut Dinas Pertanian dan pangan Kabupaten Jembrana melalui Bidang Kesehatan Hewan dan Viteriner melaksanakan pencegahan penyebaran rabies dengan menggelar vaksinasi hewan peliharaan seperti anjing maupun kucing milik warga desa setempat secara door to door.
“Kita melakukan langkah awal pengendalian penyebaran rabies berupa vaksinasi rabies yang kebetulan hari ini jadwal vaksinasi di Desa Pergung. Sehingga semua tim vaksinasi kita arahkan untuk melaksanakan vaksinasi rabies," jelas Sub Koordinator Kesehatan Hewan dan Kesmavet IGN Ray Mulyawan.
Diharapkan dengan pelaksanaa vaksinasi rabies ini kasus rabies tidak meluas. Masyarakat diharapkan ikut berperan aktif melaporkan secara mandiri jika tergigit anjing dan segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3634 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1253 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1208 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1047 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun