Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 9 Juli 2026
Sederet Event Otomotif akan Digelar di Kawasan Mandalika
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kawasan The Mandalika, Lombok, NTB, yang dikelola oleh BUMN Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), siap menjadi tuan rumah sejumlah event otomotif bergengsi tingkat nasional hingga internasional di kuartal II hingga akhir tahun 2022 ini.
Event nasional yang akan berlangsung, antara lain Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Adventure Offroad 2022 pada 14-15 Mei dan Mandalika Track Day pada 21-22 Mei mendatang.
Di samping event nasional tersebut, The Mandalika telah masuk dalam dua kalender event berskala internasional yakni Fanatec GT World Challenge Asia 2022 pada 21-23 Oktober 2022, kemudian diikuti dengan event FIM MOTUL Superbike World Championship (WSBK) pada 11-13 November 2022.
Kejurnas Adventure Offroad 2022 akan berlangsung di area Bukit Pogem, The Mandalika dan diikuti oleh 57 pembalap offroad nasional.
Event offroad ini diprakarsai oleh Ikatan Motor Indonesia (IMI) bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi NTB dan Kabupaten Lombok Tengah serta ITDC.
Sedangkan Mandalika Track Day akan berlangsung di Pertamina Mandalika Circuit yang terdiri dari tiga sesi yakni Track Day, Drift Show, dan Coach Drift.
Event ini dibuka untuk umum dengan kuota tertentu untuk mengendarai kendaraannya di lintasan Sirkuit. Adapun sejumlah kategori pihak drift yang bisa mendaftar yakni memiliki kendaraan roda dua dibawah 200 cc dan diatas 200 cc, mobil balap, mobil drifting pro, mobil harian, dan komunitas mobil drifting Mataram.
Pertamina Mandalika Circuit direncanakan menjadi venue Fanatec GT World Challenge Asia 2022, yang dijadwalkan berlangsung setelah balapan di Okayama International Circuit di Jepang.
Di samping itu, tahun ini akan menjadi kali kedua Pertamina Mandalika Circuit untuk hosting event WSBK. Kedua event balap internasional ini akan dikelola oleh Mandalika Grand Prix Association (MGPA), bagian dari ITDC Group, yang khusus menangani penyelenggaraan balap di Pertamina Mandalika Circuit.
Managing Director The Mandalika Bram Subiandoro mengatakan, “Bertambah banyaknya event otomotif nasional dan internasional yang direncanakan berlangsung di kawasan The Mandalika, menunjukkan semakin dikenalnya kawasan pariwisata yang kami kelola ini di dalam maupun luar negeri. Hal ini sesuai dengan tujuan pengembangan kami menjadikan The Mandalika sebagai the next destination berkelas dunia dengan konsep sport tourism, dan juga tujuan pemerintah menjadikan The Mandalika sebagai salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) yang akan memberikan multiplier effect bagi masyarakat.”
Bram menambahkan, dengan adanya peningkatan jumlah event otomotif dan olahraga akan memberikan dampak positif kepada masyarakat di The Mandalika dan sekitarnya.
Hal ini telah dibuktikan dengan adanya pelaksanaan event balap MotoGP yang terselenggara pada bulan Maret lalu.
“Mengambil contoh penyelenggaraan MotoGP lalu di The Mandalika dan studi yang kami lakukan tercatat perputaran uang yang terjadi mencapai lebih dari Rp 690 Miliar didapatkan dari pengeluaran wisatawan pada penyewaan akomodasi dan transportasi lokal, pembelian merchandise, pembelian makanan dan minuman, dan lain-lain. Kami optimistis dengan meningkatnya jumlah event otomotif dan olahraga ini akan semakin menambah jumlah wisatawan yang akan mengunjungi The Mandalika hingga Pulau Lombok, NTB sekaligus mendorong percepatan pemulihan pariwisata di Indonesia,” tutup Bram.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3634 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1245 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1201 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1047 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun