Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 8 Oktober 2026
Epidemiolog Ingatkan, Tidak Setiap Area Outdoor Aman
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengizinkan masyarakat untuk lepas masker di area terbuka atau outdoor dan tidak padat orang. Aturan itu ditetapkan seiring dengan wabah Covid-19 yang dinilai telah menurun.
Namun, masyarakat diingatkan bahwa tidak setiap area outdoor aman untuk membuka masker. Apalagi saat ini masih beredar virus corona subvarian omicron yang lebih cepat menular.
"Kalaupun outdoor itu tidak menjamin aman, karena harus disertai sirkulasi udara di tempat itu bagus," kata Epidemiolog Universitas Griffith Australia dr. Dicky Budiman dihubungi suara.com, Selasa (17/5/2022).
Ia mengatakan, apabila tubuh merasakan adanya embusan angin, bisa dipastikan kalau sirkulasi udara di area terbuka itu sudah relatif aman. Terlebih apabila area outdoor padat orang, ia tidak merekomendasikan masyarakat lepas masker karena dipastikan sirkulasi udara tidak baik.
Menurutnya, pemerintah juga perlu membuat acuan kriteria boleh melepas masker. Bukan hanya kondisi kesehatan, tapi juga status vaksinasi dan karakter area terbuka.
"Karena ada juga outdoor atau bahkan indoor di mana orang-orang sudah divaksinasi penuh, itu bisa (lepas masker). Artinya harus disampaikan pada publik, sehingga pemerintah memiliki acuan. Harus memberikan informasi yang memadai kepada publik. Sehingga publik bisa menilai sendiri dalam situasi yang aman atau tidak untuk melepas masker," tuturnya.
Bagaimanapun juga, memakai masker jadi perubahan sikap paling mudah, murah, dan efektif dalam mencegah penularan penyakit yang ditularkan melalui udara seperti Covid-19, lanjut dr. Dicky.
Sehingga, dalam pelonggaran aturan tersebut, masyarakat diingatkan harus berhati-hati. Juga jangan terlalu percaya diri berlebihan hingga membuat abai dan lalai yang bisa memicu kenaikan kasus positif.
"Walaupun sudah hooster, kan masih bisa terinfeksi, walaupun tidak bergejala dan tidak parah. Tapi, bila terinfeksi tanpa disadari karena tidak melakukan tes, kemudian membawa infeksi virus kepada orang dekat dan menyebabkan hal fatal, itu bisa saja terjadi," pungkasnya.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1490 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1247 Kali
Konsensus Politik Tanpa Musuh Era Prabowo Subianto
Dibaca: 698 Kali
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 583 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 554 Kali
ABOUT BALI
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung