Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 8 Juli 2026
Pasar Kripto Sedikit Pulih di Tengah Kekhawatiran Resesi
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Seiring dengan pemulihan kecil pada pasar kripto, Bitcoin tidak memiliki banyak hal untuk dibicarakan sejak sehari terakhir. Pada Jumat, Bitcoin masih berjuang untuk tetap di atas USD 30.000 atau sekitar Rp 439,5 juta.
Bitcoin baru-baru ini berpindah tangan di sekitar USD 3.200, naik lebih dari 4,4 persen selama 24 jam terakhir. Peningkatan tersebut mengungguli Ether, yang naik sedikit lebih dari 3,5 persen selama periode yang sama.
Kripto lainnya sebagian besar juga mencatat keuntungan yang lebih kecil karena investor terus memilih aset digital paling terkenal daripada yang lebih kecil dan lebih berisiko. XRP, SOL, ADA, dan MATIC naik kurang dari satu persen.
Namun, secara keseluruhan pasar tetap berpotensi suram dengan investor terus tersiksa dengan tekanan inflasitiga kali lipat dan prospek resesi yang membayangi.
Altcoin sebagian besar membuntuti langkah Bitcoin di tengah ketidakpastian ekonomi yang menjamur dalam beberapa bulan terakhir. Selama 90 hari terakhir, hanya 15 persen dari 50 altcoin teratas yang mengungguli Bitcoin, menurut Pusat Blockchain, penyedia data kripto. Tren secara besar masih mencerminkan lingkungan risk-off saat ini.
Analis Pasar Senior Oanda, Inggris & EMEA, Craig Erlam mengatakan inflasi masih mengejar. Namun, segera hal itu akan berlalu dan konsumen akan mulai lebih berhati-hati dengan pengeluaran mereka.
“Ada perasaan yang tak terhindarkan tentang ekonomi, pertanyaannya adalah apakah kita akan melihat perlambatan atau resesi,” ujar Erlam dikutip dari CoinDesk, Jumat (20/5/2022).
Namun, Erlam membuat catatan positif tentang harga Bitcoin yang tersisa di level USD 30.000. Bitcoin bertahan dengan sangat baik dengan latar belakang pesimisme di pasar.
"Mungkin karena didorong oleh masalah ekonomi daripada hanya suku bunga. Apakah itu dapat terus berenang melawan gelombang sentimen, waktu akan memberi tahu,” pungkas Erlam. (Sumber: Liputan6.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3608 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1174 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1032 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 750 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun