Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 8 Oktober 2026
Membahas Masa depan Kripto melalui diskusi EVERPOINT
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Akhir – akhir ini, isu seputar masa depan blockchain dan mata uang kripto menjadi topik popular dalam diskusi perkembangan ekonomi di Indonesia, dan isu tersebut juga tak luput untuk dibahas dalam konfrensi.
Salah satu masalah utama terkait mata uang kripto yang terjadi di seluruh dunia adalah regulasi dan payung hukum yang berubah di beberapa negara. Karena alasan tersebut, Indonesia saat ini mulai mengembangkan dirinya menjadi “surga” atau tempat yang aman bagi industri kripto.
Dari perspektif regulasi atau payung hukum, terdapat 2 faktor yang menjadi fokus utama saat ini: yang pertama adalah regulasi seputar pembuatan aset digital, dan yang kedua regulasi pertukaran aset digital.
Saat ini, regulasi untuk produsen asset digital relatif belum berkembang dengan baik, sehingga siapapun yang memiliki keinginan dan sumber daya yang mumpuni dapat menciptakan asetnya sendiri. Yang membantu saat ini adalah keinginan yang ditunjukan oleh pemerintah untuk bekerjasama membantu projek seperti ini, yaitu pendaftaran ke Kementrian Perdagangan dan Keuangan, serta pendaftaran lisensi ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Untuk pertukaran kripto yang memfasilitasi perdagangan asset digital, regulasinya saat ini sudah cukup berkembang dengan baik. Supaya dapat beroperasi dalam suatu negara, perdagangan kripto harus memiliki izin dan lisensi dari kementerian atau otoritas setempat.
Perkembangan regulasi yang baik di Indonesia membantu para investor yang ingin menginvestasikan aset digitalnya menjadi lebih mudah dan aman, sehingga hal tersebut membuat Indonesia menjadi lingkungan dan tempat yang menarik untuk memulai projek baru.
Itu menjadi alasan yang tepat untuk melihat teknologi blockchain berubah dan berkembang tidak hanya sekedar menjadi instrument finansial dan pendorong dalam industri game, namun juga dapat terintegrasi ke industri real estate dan pengelolaan lahan, agrikultur, transportasi, e-commerce, dan sektor – sektor lainnya.
Ada juga pembahasan mengenai isu besar lainnya yang di hadapi oleh industry ini, yaitu komplikasi masalah ekologi yang di hasilkan oleh Bitcoin dan bagaimana teknologi blockchain dapat mengadopsi prinsip ESG (ekologi, social, dan prinsip tata Kelola perusahaan).
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1479 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1241 Kali
Konsensus Politik Tanpa Musuh Era Prabowo Subianto
Dibaca: 694 Kali
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 582 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 552 Kali
ABOUT BALI
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung