Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Membahas Masa depan Kripto melalui diskusi EVERPOINT

Jumat, 20 Mei 2022, 23:35 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/everscale/Membahas Masa depan Kripto melalui diskusi EVERPOINT

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Akhir – akhir ini, isu seputar masa depan blockchain dan mata uang kripto menjadi topik popular dalam diskusi perkembangan ekonomi di Indonesia, dan isu tersebut juga tak luput untuk dibahas dalam konfrensi. 

Salah satu masalah utama terkait mata uang kripto yang terjadi di seluruh dunia adalah regulasi dan payung hukum yang berubah di beberapa negara. Karena alasan tersebut, Indonesia saat ini mulai mengembangkan dirinya menjadi  “surga” atau tempat yang aman bagi industri kripto.
 
Dari perspektif regulasi atau payung hukum, terdapat 2 faktor yang menjadi fokus utama saat ini: yang pertama adalah regulasi seputar pembuatan aset digital, dan yang kedua regulasi pertukaran aset digital.

Saat ini, regulasi untuk produsen asset digital relatif belum berkembang dengan baik, sehingga siapapun yang memiliki keinginan dan sumber daya yang mumpuni dapat menciptakan asetnya sendiri. Yang membantu saat ini adalah keinginan yang ditunjukan oleh pemerintah untuk bekerjasama membantu projek seperti ini, yaitu pendaftaran ke Kementrian Perdagangan dan Keuangan, serta pendaftaran lisensi ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

 

Untuk pertukaran kripto yang memfasilitasi perdagangan asset digital, regulasinya saat ini sudah cukup berkembang dengan baik. Supaya dapat beroperasi dalam suatu negara, perdagangan kripto harus memiliki izin dan lisensi dari kementerian atau otoritas setempat. 

Perkembangan regulasi yang baik di Indonesia membantu para investor yang ingin menginvestasikan aset digitalnya menjadi lebih mudah dan aman, sehingga hal tersebut membuat Indonesia menjadi lingkungan dan tempat yang menarik untuk memulai projek baru. 

Itu menjadi alasan yang tepat untuk melihat teknologi blockchain berubah dan berkembang tidak hanya sekedar menjadi instrument finansial dan pendorong dalam industri game, namun juga dapat terintegrasi ke industri real estate dan pengelolaan lahan, agrikultur, transportasi, e-commerce, dan sektor – sektor lainnya.

Ada juga pembahasan mengenai isu besar lainnya yang di hadapi oleh industry ini, yaitu komplikasi masalah ekologi yang di hasilkan oleh Bitcoin dan bagaimana teknologi blockchain dapat mengadopsi prinsip ESG (ekologi, social, dan prinsip tata Kelola perusahaan).

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami