Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 18 Mei 2026
Tanaman Mirip Penis di Kamboja Rusak, Banyak Dipetik Wanita
BERITABALI.COM, DUNIA.
Tanaman jenis karnivora endemik Kamboja yang langka Nepenthes holdenii memiliki bentuk unik yang mirip dengan alat kelamin pria.
Lantaran bentuknya itu, banyak yang memetiknya, termasuk para wanita. Bahkan, pemerintah Kamboja sampai harus memberikan imbauan kepada masyarakat agar berhenti untuk memetik Nepenthes holdenii.
Belum lama Kementerian Lingkungan Hidup Kamboja membagikan gambar di Facebook ada tiga wanita yang mengambil tanaman yang mirip kantong semar tersebut dan berfoto selfie, untuk lantas mengunggahnya di media sosial.
Pejabat KLH Kamboja meminta agar anggota masyarakat tidak lagi melakukan hal tersebut. Seperti dilaporkan situs berita Kamboja Khmer Times.
"Apa yang mereka lakukan itu salah dan tolong jangan lakukan itu lagi di masa depan!" tegas Kementerian Lingkungan Facebook.
"Terima kasih telah mencintai tanaman dan lingkungan, tetapi jangan mengambilnya untuk kebutuhan yang sia-sia!".
Nepenthes holdenii adalah spesies yang berkerabat dekat dengan Nepenthes bokorensis. Bedanya, N. holdenii adalah spesies yang lebih langka dan hanya sedikit orang yang tahu di mana menemukannya.
”N. holdenii tumbuh di beberapa lokasi rahasia di Pegunungan Cardamom, di barat daya Kamboja,” kata Holden.
"Sebaliknya, Bokorensis tumbuh di Phnom Bokor yang jauh lebih mudah diakses, yang telah mengalami pengembangan ekstensif dalam beberapa tahun terakhir,” tambahnya.
Ini bukan pertama kalinya pemerintah Kamboja mengeluarkan peringatan agar masyarakaat tidak merusak tanaman langka yang fotogenik.
Sebelumnya, pejabat senior di KLH Kamboja juga pernah meminta wisatawan untuk tidak memetik N. bokorensis dan N. holdenii dalam sebuah pernyataan pada Juli 2021, karena aktivitas itu dapat mendorong tumbuhan menjadi punah.
Tanaman Nepenthes bertahan hidup di tanah bernutrisi rendah dengan melengkapi makanan mereka dengan serangga hidup, menggunakan nektar dan aroma manis untuk menarik mangsa. Karena itu disebut tanaman karnivora.
”Ketika Anda mencium aroma bokorensis, baunya manis - seperti permen,” kata Holden.
Serangga memakan nektar di sekitar mulut daun tanaman yang menyerupai kantong. Ketika serangga jatuh ke dalam kantong, mereka tenggelam dalam cairan pencernaan dan tanaman yang lapar menyerap nutrisi mereka.
Habitat alami tanaman karnivora di Kamboja telah menurun karena ekspansi pertanian di lahan pribadi dan pertumbuhan industri pariwisata menjadi kawasan lindung, menurut sebuah studi tahun 2021 di Jurnal Sejarah Alam Kamboja.
“Kalau orang tertarik, meski lucu-lucuan, untuk berpose, berswafoto dengan tanaman, tidak apa-apa,” ujarnya.
”Hanya saja, jangan memetik kantong karena itu akan melemahkan tanaman. Tanaman membutuhkan kantong tersebut untuk makan,” tambah Holden. (sumber:sindonews.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1548 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1167 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1016 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 896 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah