Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 8 Juli 2026
Wali Kota Bantah Denpasar Akan Sidak Vaksin, Ini Alasannya
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kasus sembuh Covid-19 yang secara konsisten terus bertambah secara otomatis meningkatkan persentase kesembuhan.
Berdasarkan data resmi harian penanganan Covid-19 Kota Denpasar pada Sabtu (21/5) diketahui kasus meninggal dunia nihil dan kasus sembuh bertambah sebanyak 4 orang. Sementara itu, kasus positif bertambah 1 orang.
Sejalan dengan kondisi itu Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara telah menyetop sidak masker yang selama pandemi digelar rutin.
Hal itu disampaikan Walikota saat menghadiri pembagian Bantuan Langsung Tunai di Markas Kodim 1611/ Badung belum lama ini.
“Sesuai dengan arahan Bapak Presiden bahwa sekarang di tempat terbuka sudah dibebaskan masker, tapi yang perlu diperhatikan tingkat vaksin booster kita sudah hampir 90 persen jadi kita tidak akan lakukan sidak masker lagi,” ungkapnya.
Dengan berhentinya sidak vaksin, berkembang isu bahwa Denpasar akan melakukan sidak vaksin. Terkait isu itu, Wali Kota secara tidak langsung membantah dengan mengatakan bahwa kebijakan itu tidak efektif.
“Mungkin karena sidak vaksin (booster), karena sudah 90 persen, mungkin kita untuk ketertiban umum seperti gepeng karena ada gepeng sampai mengganggu pariwisata,” ungkapnya.
Berdasarkan data, secara kumulatif kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar tercatat 51.733 kasus, angka kesembuhan pasien Covid-19 di Kota Denpasar mencapai angka 50.610 orang (97,83 persen), meninggal dunia sebanyak 1.104 orang (2,13 persen) dan kasus aktif yang masih dalam perawatan sebanyak 19 orang (0,04 persen).
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai saat dikonfirmasi menjelaskan, saat ini penularan virus covid 19 di Kota Denpasar masih terkendali, tetapi masih ditemukan kasus penularan baru.
Karenanya, diimbau kepada masyarakat agar jangan sampai kendor menerapkan protokol kesehatan.
"Kondisi ini harus menjadi perhatian kita bersama, tidak boleh kendor dalam menerapkan protokol kesehatan, karena jika lengah dan abai dengan prokes tidak menutup kemungkinan kasus covid akan kembali meningkat, sehingga diperlukan kerjasama berbagai pihak serta seluruh lapisan masyarakat, kita harus terus waspada dan disiplin prokes, taati aturan saat penerapan PPKM," ujar Dewa Rai.
Reporter: bbn/dps
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3608 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1173 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1032 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 715 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun