Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Singapura Klaim Pendukung Abdul Somad Kirim Ancaman Bom
BERITABALI.COM, DUNIA.
Menteri Dalam Negeri Singapura K. Shanmugam menuding para pendukung Abdul Somad Batubara atau Ustaz Abdul Somad telah melayangkan berbagai ancaman ke pemerintah negeri tersebut, termasuk ancaman melakukan pengeboman seperti aksi 9/11 di New York pada 2001 silam.
Dalam jumpa pers pada Senin (23/5/2022), Shanmugam mengklaim bahwa pihaknya memantau ancaman-ancaman yang dikirim oleh pendukung Abdul Somad di website-website serta akun media sosial resmi Singapura.
Salah satu komentar, yang telah dihapus oleh Meta, induk bisnis Facebook, berisi ancaman untuk mengebom Singapura seperti yang dilakukan para teroris Al Qaeda di New York pada 11 September 2001. Pemilik akun yang mengirim ancaman juga sudah dinonaktifkan oleh Meta.
"Hei kalian, para pemimpin Singapura, negara yang islamophobia, kami menunggu permintaan maaf untuk warga dan muslim Indonesia dalam 2 x 24 jam. Jika kalian mengabaikan seruan ini, maka kami akan mengusir duta besar kalian, kami akan mengirim pasukan pembela Islam, pasukan keadilan sejahtera, dan pasukan pembela ulama untuk menyerang negara kalian seperti 9/11 di New York 2001," jelas Shanmugam, mengutip ancaman tersebut.
Ancaman lain adalah gerakan boikot produk-produk Singapura dan seruan untuk berhenti berwisata ke negara tersebut.
Jumpa pers ini merupakan buntut dari ditolaknya Abdul Somad oleh Singapura pada 16 Mei 2022 kemarin. Saat itu sang dai hendak masuk ke negara tersebut via Batam.
Penolakan Singapura itu memantik kontroversi di Indonesia. Para pendukung Abdul Somad mengecam Singapura yang mereka tuding sebagai negara islamophobia. Demonstrasi mereka di depan Kedutaan Besar Singapura di Jakarta pada 20 Mei kemarin, menuntut permintaan maaf.
Kementerian Luar Negeri Indonesia juga ikut berkomentar. Kemenlu mengatakan adalah hak Singapura sebagai negara berdaulat untuk menentukan siapa saja yang boleh masuk ke wilayahnya.
Pemerintah Singapura, lewat pernyataan resmi, mengatakan bahwa Abdul Somad diusir karena kotbah-kotbahnya tak cocok dengan kondisi multiras dan multiagama di negara tersebut.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5934 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2618 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2274 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan