Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Pusat Gempa Nias Dekat Titik Pernah Picu Tsunami Kecil

Kamis, 26 Mei 2022, 14:20 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/cnnindonesia.com/Pusat Gempa Nias Dekat Titik Pernah Picu Tsunami Kecil

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Gempa dengan Magnitudo 6,2 yang mengguncang barat daya Lahomi, Nias, Sumatera Utara, pada Rabu (25/5) pukul 22.05 WIB, terjadi di dekat titik yang memicu tsunami kecil pada 2016.

Kepala Badan Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daryono mengungkapkan episenter gempa itu terletak di koordinator 4,06° LS - 93,57° BT. Tepatnya di laut pada jarak 828 Km arah barat daya Lahomi Nias, Sumatera Utara dengan kedalaman 10 km.

"Episenter gempa ini berdekatan dengan pusat gempa besar pada 2 Maret 2016 magnitudo 7,8 dan memicu tsunami kecil," lanjut Daryono.

Melihat lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal dipicu deformasi batuan di Investigator Fracture Zone (IFZ) di Wharton Basin, Samudra Hindia. Jenis mekanismenya adalah geser (strike-slip) yang merupakan ciri mekanisme gempa di Investigator Fracture Zone (IFZ).

Hasil analisis mekanisme sumber juga menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan mendatar (strike-slip fault).

Sejauh ini gempa itu tak berdampak signifikan. Berdasarkan laporan masyarakat efek gempa berupa guncangan yang dirasakan di Nias Selatan II-III MMI. Getaran dirasakan nyata dalam rumah, seakan-akan ada truk berlalu.

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut. Lokasi episenter yang cukup jauh dari Pulau Sumatera membuat guncangan ini tidak berpotensi merusak.

Sementara itu, untuk hasil pemodelan tsunami dengan sumber, gempa ini tidak berpotensi tsunami.

"Hingga pagi ini, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock)," ujar Daryono.(sumber: cnnindonesia.com)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami