Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 7 Oktober 2026
4 Perbedaan Cacar Monyet dan Cacar Air Yang Perlu Diperhatikan
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Jika masyarakat sudah tidak asing dengan penyakit cacar air, lain halnya dengan cacar monyet. Penyakit cacar monyet telah menjadi perhatian karena kasusnya yang mulai merebak di dunia. Pada Minggu (22/5/2022), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mencatat, setidaknya ada 92 kasus cacar monyet yang dikonfirmasi dan 28 kasus suspek dari 12 negara. Apa perbedaan cacar monyet dan cacar biasa?
Perlu diketahui, bahwa cacar monyet sebelumnya merupakan penyakit yang cukup langka dan hanya endemi di wilayah Afrika. Itulah mengapa, otoritas kesehatan lantas terkejut ketika kasus cacar monyet tiba-tiba meningkat dan muncul di negara-negara yang sebelumnya tidak memiliki kasus. Memangnya, apa perbedaan cacar monyet dan cacar air atau cacar biasa (smallpox) yang lebih dulu dikenal masyarakat? Mari simak ulasan selengkapnya di bawah ini.
Perbedaan Cacar Monyet dan Cacar Air
Mengutip laman resmi WHO, berikut ini adalah perbedaan cacar monyet dan cacar air yang perlu diperhatikan.
1. Virus yang Berbeda
Cacar monyet disebabkan oleh monkeypox virus (MPV), sedangkan cacar air disebabkan oleh virus variola, di mana keduanya masih satu genus Orthopoxvirus dalam famili Poxviridae.
Sebutan cacar monyet diambil karena virus ini pertama kali diisolasi dari monyet, namun demikian kemungkinan inang alami virus cacar monyet ini adalah hewan pengerat.
2. Penularan yang Lebih Sulit
Metode penularan cacar monyet dan cacar smallpox kurang lebih sama, yaitu melalui cairan tubuh. Seseorang bisa terpapar jika melakukan kontak fisik dengan air liur, cairan bintil, darah dari hewan sakit, hingga benda yang terkontaminasi. Hanya saja, pada cacar monyet penularannya jauh lebih lambat dibandingkan cacar biasa.
3. Gejala Lebih Ringan
Gejala cacar monyet dengan cacar biasa hampir mirip, hanya saja cacar monyet biasanya menimbulkan gejala yang ringan dan bisa sembuh sendiri. Gejala ini meliputi demam, hingga timbul bintil-bintil berisi cairan di kulit.
4. Berbagi Vaksin
Saat ini, vaksin khusus untuk cacar monyet belum dikembangkan. Namun WHO menyarankan penggunaan vaksin cacar karena studi menunjukkan bisa tetap memberikan efek perlindungan. Badan Obat Eropa (EMA) telah mengeluarkan izin penggunaan vaksin cacar air biasa untuk cacar monyet tahun 2022 ini.
Itulah ulasan singkat mengenai perbedaan cacar monyet dan cacar air yang perlu diperhatikan.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1470 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1236 Kali
Konsensus Politik Tanpa Musuh Era Prabowo Subianto
Dibaca: 685 Kali
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 577 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 547 Kali
ABOUT BALI
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung