Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Cok Ace: Kerauhan Bisa Dipicu Manusia, Bhuta Kala, Ida Bhatara

Minggu, 29 Mei 2022, 21:20 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Cok Ace: Kerauhan Bisa Dipicu Manusia, Bhuta Kala, Ida Bhatara.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Wakil Gubernur Bali Prof Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) mengatakan fenomena kerauhan lekat dengan tradisi dan kearifan lokal masyarakat Bali.  

Hal itu, kata dia, merupakan salah satu wujud kemahakuasaan Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa. Ditambahkan olehnya, kerauhan diyakini sebagai prosesi sakral dimana jiwa seseorang dimasuki oleh energi tertentu. 

Wagub Cok Ace yang kerap ngayah masolah dalam pamentasan calonarang berbagi pengalaman tentang fenomena ini. Dari apa yang ia amati, Wagub Cok Ace menyimpulkan proses kerauhan erat kaitannya dengan konsep Tri Hita Karana. 

Dalam artian, kerauhan itu bisa dipicu oleh diri sendiri (manusia), alam bawah (butha kala) atau dimasuki oleh energi Ida Bhatara yang merupakan manifestasi dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa. 

Karena beda pemicunya, maka menurut Wagub Cok Ace, cara penanganannya tak bisa disamakan. Harus ada pendekatan khusus dalam penanganan orang kerauhan dan inilah yang perlu didiskusikan oleh mereka yang paham tentang fenomena ini.  

Ia berharap, seminar yang digagas FKIP dan FTI Universitas Mahadewa ini mampu menghasilkan rumusan pemikiran tentang kerauhan yang nantinya dituangkan dalam sebuah buku. 

“Saya kira ini tema yang sangat menarik. Karena saya yakin setiap fenomena bersumber dari hukum sebab akibat, demikian halnya kerauhan,” ucapnya di seminar bertema kerauhan yang berlangsung di Halaman Kampus PGRI Mahadewa Indonesia, Jalan Seroja Denpasar, Sabtu (28/5/2022) malam.

Jika kemudian ada yang punya pemikiran lain, menurutnya hal itu merupakan hal yang wajar dan dipersilahkan untuk menempuh hal yang sama yaitu mendiskusikan melalui forum resmi seperti seminar. 

Sementara itu, Dekan Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mahadewa Indonesia Dr. Komang Indra Wirawan, S.Sn, M. Fil. H menyampaikan bahwa seminar ini dimaksudkan untuk memperkuat jiwa kerthi masyarakat Bali. 

Pria yang akrab disapa Komang Gases ini berpendapat, fenomena kerauhan sebagai bagian tradisi masyarakat Bali merupakan hal yang patut dilestarikan. Namun demikian, masih dibutuhkan edukasi agar fenomena kerauhan tak menjadi ajang kontestasi. 

Hal senada disampaikan Ida Pedanda Wayahan Wanasari yang menyebut masih ada kesalahan penafsiran dalam fenomena kerauhan.

Untuk diketahui, seminar kerauhan ini merupakan puncak dari penyelenggaraan parade seni budaya yang diberi tajuk 'Hormon FKIP and FTI' atau Himpunan Organisasi Mahasiswa FKIP dan FTI yang berlangsung selama tiga hari. 

Seminar  kerauhan menghadirkan tiga narasumber yaitu Dekan FKIP Mahadewa Komang Indra Wirawan, Psikolog Dewa Ayu Eka dan Hypnoterapy Giri A Semara.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: Humas Bali



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami