Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 5 Juli 2026
70 Ribu Orang Ikut Pawai Bendera Israel di Yerusalem
BERITABALI.COM, DUNIA.
Puluhan ribu nasionalis ikut dalam Pawai Bendera Israel pada Minggu (29/5) yang dianggap warga Palestina sebagai provokasi dan berpotensi memicu ketegangan. Kepolisian Israel mengatakan sekitar 70 ribu warga Yahudi Israel mengikuti parade di jalanan.
Pawai Bendera Israel merupakan peringatan tahunan yang menandai pendudukan timur Yerusalem pada 1967.
AFP dan AP News menjelaskan sebagian peserta pawai berteriak 'matilah orang arab' ketika sejumlah warga Palestina melempari mereka dengan sesuatu dari atap.
Warga Palestina memandang peringatan itu sebagai provokasi. Pada tahun lalu pawai ini memicu perang 11 hari antara Israel dan militan Gaza, tahun ini pawai mendapat kutukan dari Palestina dan Yordania.
Isrel mengatakan mengerahkan ribuan polisi dan satuan keamanan untuk acara ini. Bentrokan antara warga Yahudi dan Palestina sudah terjadi sebelum pawai dimulai.
Saat pawai berlangsung, sekelompok pemuda Yahudi ortodoks berkumpul di luar Gerbang Damaskus, mengibarkan bendera, menyanyikan lagu religius dan nasionalis, serta meneriakkan 'hidup bangsa Yahudi' sebelum memasuki kawasan Muslim di Kota Tua Yerusalem.
Satu kelompok besar berteriak-teriak 'matilah orang Arab' dan 'biarkan desamu terbakar' sebelum masuk ke Kota Tua.
Kepolisian sebelumnya sudah membersihkan area dari warga Palestina. Pada satu kesempatan terlihat ada drone yang menerbangkan bendera Palestina kemudian ditindak kepolisian.
Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid mendeskripsikan kelompok sayap kanan Yahudi yang mengejek orang Arab. Dia merujuk pada organisasi ekstremis Lehava dan La Familia yang dikatakan 'aib' dan 'tak layak memegang bendera Israel'.
Perdana Menteri Israel Naftali Bennet telah memerintahkan kepolisian untuk menunjukkan 'nol toleransi' pada ekstremis yang mencoba 'menghasut' ketegangan.
Pada pawai tahun lalu, setelah beberapa pekan bentrok Israel dan warga Palestina di Yerusalem, kepolisian mengubah rute pawai pada menit-menit terakhir untuk menghindari kawasan Muslim. Namun saat itu sudah telat, konsekuensinya militan Hamas di Gaza menembakkan roket ke Yerusalem yang menyulut perang 11 hari.(sumber: cnnindonesia.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3546 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1126 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 530 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 511 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun