Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 8 Oktober 2026
70 Ribu Orang Ikut Pawai Bendera Israel di Yerusalem
BERITABALI.COM, DUNIA.
Puluhan ribu nasionalis ikut dalam Pawai Bendera Israel pada Minggu (29/5) yang dianggap warga Palestina sebagai provokasi dan berpotensi memicu ketegangan. Kepolisian Israel mengatakan sekitar 70 ribu warga Yahudi Israel mengikuti parade di jalanan.
Pawai Bendera Israel merupakan peringatan tahunan yang menandai pendudukan timur Yerusalem pada 1967.
AFP dan AP News menjelaskan sebagian peserta pawai berteriak 'matilah orang arab' ketika sejumlah warga Palestina melempari mereka dengan sesuatu dari atap.
Warga Palestina memandang peringatan itu sebagai provokasi. Pada tahun lalu pawai ini memicu perang 11 hari antara Israel dan militan Gaza, tahun ini pawai mendapat kutukan dari Palestina dan Yordania.
Isrel mengatakan mengerahkan ribuan polisi dan satuan keamanan untuk acara ini. Bentrokan antara warga Yahudi dan Palestina sudah terjadi sebelum pawai dimulai.
Saat pawai berlangsung, sekelompok pemuda Yahudi ortodoks berkumpul di luar Gerbang Damaskus, mengibarkan bendera, menyanyikan lagu religius dan nasionalis, serta meneriakkan 'hidup bangsa Yahudi' sebelum memasuki kawasan Muslim di Kota Tua Yerusalem.
Satu kelompok besar berteriak-teriak 'matilah orang Arab' dan 'biarkan desamu terbakar' sebelum masuk ke Kota Tua.
Kepolisian sebelumnya sudah membersihkan area dari warga Palestina. Pada satu kesempatan terlihat ada drone yang menerbangkan bendera Palestina kemudian ditindak kepolisian.
Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid mendeskripsikan kelompok sayap kanan Yahudi yang mengejek orang Arab. Dia merujuk pada organisasi ekstremis Lehava dan La Familia yang dikatakan 'aib' dan 'tak layak memegang bendera Israel'.
Perdana Menteri Israel Naftali Bennet telah memerintahkan kepolisian untuk menunjukkan 'nol toleransi' pada ekstremis yang mencoba 'menghasut' ketegangan.
Pada pawai tahun lalu, setelah beberapa pekan bentrok Israel dan warga Palestina di Yerusalem, kepolisian mengubah rute pawai pada menit-menit terakhir untuk menghindari kawasan Muslim. Namun saat itu sudah telat, konsekuensinya militan Hamas di Gaza menembakkan roket ke Yerusalem yang menyulut perang 11 hari.(sumber: cnnindonesia.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1478 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1241 Kali
Konsensus Politik Tanpa Musuh Era Prabowo Subianto
Dibaca: 694 Kali
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 582 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 552 Kali
ABOUT BALI
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung