Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 5 Juli 2026
Viral Bocah Dilumuri Cabai Ulek Oleh Ortu Temannya
BERITABALI.COM, NTB.
Sebuah video viral di media sosial, seorang bocah 11 tahun di Kota Bima, wajah dan mulutnya dilumuri cabai rawit yang sudah diulek oleh orang tua temannya setelah terlibat cekcok adu mulut.
Kejadian ini viral di media sosial (Medsos) dan mendapatkan sorotan dari warganet di Bima, Senin (30/5). Kejadian ini terjadi di lingkungan Ranggo, Kelurahan Nae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima.
Sang bocah diketahui diasuh sang ayahnya yang sehari-hari bekerja sebagai kusir cidomo.
Dalam kejadian itu, sang bocah menjadi korban kekerasan oleh orang dewasa dan mengundang perhatian banyak warga. Kisah ini kemudian diunggah oleh akun Facebook Siska Arsyfa.
Dalam waktu 6 jam, postingan tersebut dibagikan sebanyak 2.247 kali dan sebanyak 1.003 komentar.
"Hanya karena masalah sama toina sampe di ruju kaipu ina lengana kani saha isi madana (Hanya karena masalah sesama kecilnya, sampai digosok dengan cabai oleh ibu temannya)," tulis Siska.
Selain mendapat perhatian netizen, kasus kekerasan terhadap anak ini juga mendapat perhatian dari Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Bima.
Ketua LPA Kota Bima Juhriati membenarkan adanya dugaan kekerasan tersebut.
"Betul, kami dampingi. Sudah dilaporkan keluarga korban ke Unit PPA Polres Bima Kota," kata Juhriati.
Saat ini, LPA mendampingi korban untuk memastikan hak-haknya terpenuhi selama proses hukum berlangsung.
Ditanya kronologi kejadian, Juhriati mengaku mendapatkan keterangan yang hampir sama dengan apa yang heboh di media sosial.
Jadi ada acara Mtq dan anak-anak ini ketemu. Kemudian ada obrolan antara anak perempuan terduga pelaku, dengan korban. Ada bahasa ''ngoa ina' (kasitau ibu) dan temannya tersebut melapor ke ibunya," beber Juhriati,
Sesaat kemudian lanjutnya, terduga pelaku mendatangi korban dengan tangan yang dibungkus plastik dan terdapat cabai.
"Cabai itu sudah diulek," kata Juhriati, dikutip tribun lombok.
Seketika cabai di tangannya tersebut digosok ke mulut korban, kemudian ke seluruh wajah korban sembari berkata 'ake asa ma ngau re' (Ini mulut yang hebat itu).
"Saya juga mau klarifikasi, yang menyatakan jika korban anak yatim. Itu tidak benar. Korban, diasuh oleh ayahnya setelah bercerai dari ibu korban," pungkas Juhriati.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Bima Kota Iptu Jufrin yang dikonfirmasi, membenarkan laporan dugaan kekerasan tersebut.
Laporannya kami terima, sekitar kemarin magrib," akunya.
Penyidik PPA Polres Bima Kota sudah mengambil keterangan korban dan beberapa orang saksi.
Sedangkan untuk terduga pelaku, belum dilakukan pemanggilan karena harus merampungkan keterangan korban.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3526 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1125 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 523 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 501 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun