Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 5 Juli 2026
Truk Jatuh ke Jurang di Sidemen, Begini Kondisi 4 Penumpangnya
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Truk membawa muatan kayu terperosok dan jatuh ke dalam jurang di kawasan Banjar Sanggem, Desa Sangkan Gunung, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem pada Selasa pagi (31/5/2022).
Kapolsek Sidemen, AKP. I Wayan Gede Mudana yang turun langsung ke lokasi kejadian menerangkan, sebelum kejadian awalnya truk DK 8090 PQ yang dikemudikan oleh Komang Jana Yana (36) asal Banjar Dinas Tegenan, Desa Menanga, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem melaju dari arah bawah (selatan) menuju utara.
Tiba di lokasi kejadian, dari arah berlawanan muncul kendaraan truk yang mengangkut material limbah pasir. Karena kondisi truk membawa muatan cukup berat sehingga pengemudi bermaksud untuk bertukar jalur mencari haluan kanan. Atas inisiatif dari kendaraan di depannya tersebut, Komang Jana kemudian banting setir mencari jalur kanan.
Nahasnya, pada saat melaju di jalur kanan, diduga karena tidak kuat menopang beban kendaraan menyebabkan badan jalan amblas sehingga membuat truk yang juga membawa 3 orang penumpang tersebut langsung terperosok ke dalam jurang.
"Truk membawa 4 penumpang, di depan dua orang termasuk sopir dan di atasnya ada dua orang, syukur dua orang yang duduk di atas berhasil menyelamatkan diri, sedangkan satu penumpang didepan dan sopir juga selamat hanya mengalami luka ringan saja," jelas Mudana.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3520 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1125 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 523 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 500 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun