Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 5 Juli 2026
Manusia Diprediksi Dapat Mendarat di Asteroid Pada 2073
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Misi luar angkasa yang mengirim manusia pertama ke sabuk asteroid dapat terjadi pada 2073, dengan syarat manusia berhasil mencapai Mars setidaknya pada 2038.
Prediksi para ilmuwan di Jet Propulsion NASA didasarkan pada analisis ekonomi tentang peningkatan anggaran ruang angkasa dari waktu ke waktu dan bagaimana manusia telah memperluas lingkup operasi di luar angkasa.
Para ilmuwan di NASA menyusun kerangka waktu untuk kemungkinan misi kru ke sabuk asteroid, Jupiter, dan bahkan Saturnus.
Jonathan Jiang dan timnya mulai mempelajari bagaimana anggaran NASA meningkat sejak dibentuk pada 1958.
Pada beberapa puncak dalam kurva, sesuai dengan peningkatan pengeluaran yang signifikan.
Selain itu, tim juga berusaha untuk mengukur peningkatan dalam teknologi karena misi luar angkasa, bergantung pada pembuatan desain dan pengoperasian perangkat keras yang kompleks serta sistem pendukung kehidupan.
Para ahli melakukan ini hanya dengan menghitung jumlah makalah ilmiah yang diterbitkan tentang eksplorasi luar angkasa di Amerika Serikat per tahun.
Faktor terakhir yang digunakan tim adalah radius efektif aktivitas manusia di luar Bumi.
Ini meningkat pesat pada awal zaman ruang angkasa dari orbit rendah Bumi, hingga pendaratan Bulan pertama yang berhasil pada jarak 0,0026 Unit Astronomi.
Jika proyek Artemis akan mengirim manusia ke Mars sekitar 2037, maka radius aktivitas manusia akan meningkat menjadi 0,3763 AU.
Dengan asumsi misi tersebut berhasil, ini memberikan titik data lain yang dapat digunakan tim untuk memproyeksikan ke masa depan.
Dilansir dari Astronomy.com, Selasa (31/5/2022), dengan mempertimbangkan semua tren tersebut, tim ahli dapat menghasilkan model yang memprediksi, kapan misi manusia ke bagian yang jauh dari tata surya akan dilakukan.
Model ini mengalokasikan misi sabuk asteroid berawak pada 2073, kemudian misi astronaut ke Jupiter pada 2103, dan misi berawak pertama ke Saturnus pada 2132.
Meski begitu, prediksi semacam ini penuh dengan ketidakpastian.
Beberapa faktor seperti perubahan iklim yang tiba-tiba dapat membuat misi luar angkasa keluar dari jalur.
Di sisi lain, penyakit seperti Covid-19 juga dapat memperlambat kemajuan misi.
Namun, Jiang dan para ahli lainnya yakin bahwa misi tersebut dapat dilakukan dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3520 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1125 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 523 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 500 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun