Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 4 Juli 2026
Langka, Perempuan Terima Transplantasi Telinga Cetakan 3D
BERITABALI.COM, DUNIA.
Dokter berhasil mentransplantasikan telinga cetak 3D yang terbuat dari sel manusia ke seorang peremuan yang lahir dengan kelainan bentuk telinga langka.
3DBio Therapeutics, perusahaan obat regeneratif di balik implan mengumumkan dalam siaran pers, dilansir laman The Verge, Jumat (3/6/2022).
Transplantasi adalah bagian dari uji klinis pertama dari teknologi tersebut, dan keberhasilannya menandai langkah maju yang besar untuk rekayasa jaringan.
“Jika semuanya berjalan sesuai rencana, ini akan merevolusi cara melakukannya,” Arturo Bonilla, ahli bedah rekonstruksi telinga yang memimpin tim melakukan prosedur, mengatakan kepada The New York Times.
Sekitar 1.500 bayi yang lahir di Amerika Serikat setiap tahun memiliki mikrotia, suatu kondisi di mana satu atau kedua telinga tidak berkembang atau hilang sama sekali.
3DBio Therapeutics memiliki uji klinis yang sedang berlangsung dengan 11 peserta menguji telinga AuriNovo-nya.
Implan jaringan yang dipersonalisasi untuk menggantikan telinga yang hilang pada pasien ini.
Biasanya, pasien mikrotia memiliki telinga yang dibuat dari cangkok tulang rusuk atau bahan sintetis.
Sebagai gantinya, proses eksperimental ini melibatkan pengambilan biopsi dari telinga pasien yang ada dan mengeluarkan sel-sel tulang rawan.
Sel-sel tersebut kemudian ditumbuhkan dan dicetak 3D menjadi bentuk telinga pasien.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3250 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1096 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 495 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 456 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun