Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 16 Mei 2026
Viral Perempuan Usia 21 Tahun Kena Serangan Stroke
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Seorang perempuan berusia 21 tahun mengaku terkena serangan stroke akibat sering begadang. Lewat akun TikTok @OlszaLauuu, ia bercerita bagaimana dirinya memiliki kebiasaan tidur pagi hari setelah melaksanakan salat subuh.
Kebiasaan itu dilakukannya sejak awal pandemi Covid-19 terjadi di Indonesia. Ia pun menyebut dirinya kerap merasa lebih produktif mengerjakan pekerjaan di malam hari.
"Guys ini foto aku pas lagi ulang tahun dan di RS, posisinya abis koma, kenapa koma? Karena di pembuluh darah otakku itu ada perdarahan, jadi ada stroke," ceritanya.
Kebiasaan begadang itu dilakukannya lebih dari satu tahun. Setelah itu kondisinya mendadak menurun drastis hingga dibawa ke rumah sakit dan dinyatakan alami stroke.
Kurang tidur berakibat stroke sebenarnya sudah dibuktikan secara ilmiah dalam penelitian oleh ilmuwan di Universitas Warwick, Inggris. Para ilmuwan bahkan menyebut begadang tidak hanya berisiko sebabkan stroke tetapi juga masalah kesehatan lainnya.
"Jika Anda tidur kurang dari enam jam per malam dan mengalami gangguan tidur, Anda memiliki peluang 48 persen lebih besar untuk berkembang atau meninggal dunia akibat penyakit jantung dan 15 persen lebih besar kemungkinannya terkena penyakit jantung atau meninggal karena stroke," kata Profesor Francesco Cappuccio dari University of Warwick Medical School, dikutip dari Science Daily.
Prof. Cappuccio mengatakan, kebiasaan begadang dapat menjadi bom waktu bagi kesehatan.
"Sehingga Anda perlu bertindak sekarang untuk mengurangi risiko mengembangkan kondisi yang mengancam jiwa ini," pesannya.
Penelitian dilakukan dengan menindaklanjuti bukti selama 7-25 tahun terhadap 470.000 orang di delapan negara termasuk Jepang, Amerika Serikat, Swedia, dan Inggris.
Peneliti lain yang terlibat, Dr. Michelle Miller menjelaskan kalau kurang tidur yang dilakukan berulang dan dalam waktu panjang akan menimbulkan hormon dan bahan kimia dalam tubuh yang meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Juga kondisi lain seperti tekanan darah tinggi, kolesterol, diabetes, dan obesitas.
Meski begitu, tidur terlalu lama atau lebih dari sembilan jam berturut-turut bisa jadi indikator adanya penyakit, termasuk penyakit kardiovaskular. Oleh sebab itu, penting untuk memastikan tubuh tidur cukup selama tujuh jam sehari untuk mengurangi risiko penyakit kronis.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1428 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1084 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 928 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 819 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik